Tak Kunjung Cair, Bantuan Masyarakat Terdampak Covid-19 Di Jatim Tak Merata

Konfirmasitimes.com-Surabaya (06/05/2020). Bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19  di Jatim ternyata tak tepat sasaran. Pasalnya, sampai saat ini masyarakat di daerah belum mendapatkan bantuan tersebut.

Menurut anggota DPRD Jatim Daniel Rohi mengatakan apa yang dijanjikan Pemprov Jatim sampai saat ini belum terealisasi.

“ Ketika saya turun di daerah, sampai saat ini belum ada yang sampai ke masyarakat. Malah mereka bertanya kepada kami kapan bantuan tersebut akan sampai ke masyarakat,”jelasnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (04/05/2020).

Politisi asal PDIP  ini mengatakan pihaknya berharap agar bantuan tersebut segera dicairkan mengingat masyarakat sangat membutuhkan.” Gara-gara Covid-19, banyak yang kehilangan pekerjaan, banyak masyarakat yang usahanya mati dan aktivitas perekonomian berhenti,”jelasnya.

Daniel Rohi mengatakan bahwa dalam penyaluran bantuan tersebut, diharapkan Pemprov Jatim melibatkan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Jatim karena yang mengetahui secara detail kondisi masyarakat di daerah adalah perwakilan rakyat.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Subhan Wahyudiono mengatakan bahwa sampai saat ini masing-masing kabupaten atau kota di Jatim belum menyerahkan rekening untuk penyaluran  bantuan Jarring Pengaman Sosial (JPS) dengan besaran anggaran Rp 450 M.

“ Sebenarnya dana tersebut sudah siap akan kami cairkan ke pemkab (Pemerintah Kabupaten atau pemerintah kota) se Jatim. Namun, sampai sekarang ini mereka belum menyerahkan rekening yang akan ditransfer dari rekening Pemprov,”sambungnya.

Diungkapkan oleh Subhan, untuk besaran daerah yang diterima, besarannya menyesuaikan dengan data yang dimiliki oleh Dinas Sosial setempat.

“ Dari data yang ada, Kabupaten Sidoarjo menerima paling banyak yaitu sebesar Rp 39 M. Sedangkan untuk terendah Rp 3 M yaitu kota Madiun,”jelasnya.

Salah satu alasan kabupaten Sidoarjo, lanjut Subhan, karena dari data Dinas Sosial, KPM (Kelompok Penerima Manfaat) di kota Udang tersebut terbanyak.” Masing-masing KPM nanti menerima Rp 200 ribu,”jelasnya.  

Terpisah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengimbau kabupaten/kota di Jatim bisa segera melengkapi data penerima bantuan sosial (bansos) dampak Covid-19 dari Kementrian Sosial, di aplikasi pusat data dan informasi (pusdatin). Khususnya, bagi daerah yang status datanya masih di bawah 90 persen. Bantuan tersebut berupa Bantuan Lansung Tunai (BLT) sebesar Rp. 600 ribu/bulan.

“Kami mohon bagi kabupaten/kota yang data kuotanya masih di bawah 90 persen bisa segera melengkapi dan mensubmit datanya. Mengingat penutupan aplikasi data bansos dari Kementrian Sosial ini akan ditutup besok Senin (4/5) tepat pukul 12 malam,” terangnya.

Dicontohkan, seperti Kab. Sumenep sudah bisa mencapai 100 persen, padahal awalnya belum bisa karena ada data yang harus dikirim via email. Demikian pula untuk Kabupaten Tuban misalnya ada beberapa nama-nama yang tidak masuk ke sistem, namun setelah komunikasi intensif maka nama-nama baru bisa diusulkan untuk mengisi kuota.

“Jadi memang meski data tersebut sudah dientry akan diverifikasi lagi lewat sistem Pusdatin. Dan jika tertolak bisa jadi karena NIK nya tidak valid, datanya ganda, atau sudah menerima bantuan lainnya,” terang Emil.

Emil menambahkan, beberapa daerah memang menyampaikan bahwa mereka harus menunggu hasil verifikasi untuk memfinalkan usulannya. Terlebih bantuan tersebut berupa BLT yang tentunya harus diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Kita harapkan sekali lagi, bahwa proses ini akan bisa selesai dengan tuntas besok jam 12 malam. Kita usahakan semaksimal mungkin, syukur-syukur semua bisa tersubmit 100 persen,” pungkasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Update Terkini Di Provinsi Bali Pasien Positif COVID-19 Menjadi 277 Orang

Read Next

Langgar PSBB, Tempat Usaha di Kramat Jati Ditutup Sementara