Pelajar Indonesia Sambut Baik Rencana Bantuan 100.000 Yen dari Pemerintah Jepang

Konfirmasitimes.com-Jakarta (06/05/2020). Bantuan dari Pemerintah Jepang berupa uang tunai sebesar 100.000 Yen rencananya akan digelontorkan pada bulan Mei ini. Bantuan langsung tunai tersebut tidak hanya diberikan kepada penduduk Jepang tapi juga kepada para warga asing termasuk pelajar yang sementara tinggal di Jepang.

Menurut salah satu mahasiswa di Jepang, Vinny Dwi Melliny. Bantuan ini sebagai kebijakan strategis yang diambil oleh pemerintah Jepang untuk membantu masyarakat asli jepang maupun asing selama masa krisis virus corona.

“Pemerintah Jepang akan memeberi bantuan dana kepada warganya dan juga termasuk para pelajar asing 100.000 yen atau sekitar Rp.14.000.000 untuk menyambung hidup disini” ungkap vinny Selasa (05/05/2020).

Vinny mengungkapkan bahwa awalnya bantuan ini direncankan sebesar 300.000 yen per orang, namun setelah Menteri Abe mendeklarasikan pada tanggal 27 April lalu. Bantuan ini ditetapkan menjadi 100.000 yen per orang, termasuk anak-anak.

“Misalnya dalam satu keluarga berisi 4 orang anak, ditambah ayah dan ibunya menjadi total dalam satu keluarga itu ada 6 orang. Sehingga dalam keluarga itu berhak menerima  600.000 yen,” katanya.

Ia menambahkan bahwa, bantuan ini sudah mulai dilaksanakan bulan ini. Namun setiap wilayah punya kebijakan sendiri terkait kapan penyaluran dana ini akan dimulai.

“Itu tergantung prefektur, tapi semuanya direncanakan harus bulan Mei. Untuk wilayah Kobe atau pemerintah Hyogo, sudah menggalakkan mengirimkan form-form kepada warga.  Dimana form tersebut termasuk data rekening bank,” Jelasnya

Mahasiswa yang tinggal di Kobe ini pun menjelaskan bahwa proses pencairan dananya tidak akan memakan waktu lamu, ketika form nya telah diisi maka proses pencairan dananya akan masuk ke rekening masing-masing warga.

“Setelah itu diproses, mungkin sekitar satu minggu dananya sudah cair. Beberapa wilayah sudah ada yang terima, termasuk aichi prefecture sudah didistribusikan form bantuan dananya,” ungkapnya.

Meskipun para pelajar Indonesia juga akan mendapat stimulus dana dari Pemerintah Jepang, Vinny mengakui tetap berharap agar kondisi akibat pandemi virus corona ini segera berlalu, karena sangat mengganggu proses perkuliahan mereka dan mahasiswa Indonesia lainnya.

“Dampak corona ini juga berdampak dengan kuliah, karena saat ini dilakukan secara online. Namun kondisi pelajar by reseach agak pelik  karena mereka butuh praktik di laboratorium, namun kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan praktek di laboratorium kampus. Sehingga penelitan mereka banyak yang tertunda.” terangnya

Selain itu, ia merasa sudah mulai tidak nyaman, karena terlalu lama melaksanakan karantina mandiri di rumah akibat adanya aturan pembatasan aktivitas di luar rumah.

“Mulai bosan di rumah, bingung harus ngerjain apa, padahal masih ingin mengexplore wilayah Jepang.” Ungkapnya

Selain kebijakan pemberian bantuan 100.000 yen. Ada beberapa langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah Jepang sebelumnya untuk mengatasi penyebaran Covid 19 seperti melakukan pembatasan penerbangan dari dan keluar Jepang, pembatasan penerbitan visa kunjungan, melakukan karantina, serta meliburkan sekolah-sekolah dan universitas.

Di samping itu, pemerintah jepang juga sedang mengalokasikan anggaran untuk penyediaan dana kesehatan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tes PCR termasuk riset dan pengembangan vaksin antivirus buat virus corona.

Negara Jepang merupakan salah satu negara yang juga terdampak oleh virus corona. Bahkan negara ini lebih awal mengumumkan pasien positif corona dibandingkan Indonesia.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Dapat Rp 600 Ribu Per KPM, BLT Dana Desa Untuk Jatim Rp 3 M Cair

Read Next

Update Virus Corona 6 Mei 2020 Semua Provinsi Indonesia