#GerakBersama : Kolaborasi Ciamik Kedai Kopi dan UKM Lokal Kota Jember di Tengah Pandemi

Dokumentasi Duasisi

Dokumentasi Duasisi

Konfirmasitimes.com-Jember (06/05/2020). Perkembangan gaya hidup millenials dan industri digital mengakibatkan maraknya bisnis kedai kopi tiga tahun belakangan. Bisnis ini tumbuh subur bak cendawan di musim hujan, Data Riset Independen Toffin menyebutkan, jumlah kedai kopi di Indonesia hingga Agustus 2019 mencapai lebih dari 2950 gerai, meningkat tajam dibandingkan pada 2016 silam.

Namun, adanya Wabah covid-19 saat ini menjadi satu pukulan telak bagi industri kopi nasional, tak terkecuali kedai kopi yang tumbuh tak hanya di kota besar namun juga di sudut-sudut kota kecil. Sehingga menjadi menarik untuk menelisik lebih jauh “bisnis milenials” ini di tengah kecamuk pandemi.

Kepada Konfirmasi Times Minggu (02/05/2020) lalu, Hafezd As’ad, founder Duasisi, salah satu kedai kopi yang berlokasi di Kota Jember, Jawa Timur membagikan perjuangannya menjaga eksistensi Duasisi semenjak penularan pandemi covid-19 kian meluas.

Langkah penjualan online ditempuh Duasisi dan Puspasara seiring dengan imbauan Social Distancing dan gerakan #dirumahaja oleh pemerintah. Strategi ini cukup berbuah manis, dimana dalam sehari dipastikan ada saja cashflow yang masuk kantong. Biasanya order datang dari pelanggan setia yang memang sudah memiliki ikatan khusus dengan produk kopi favoritnya tutur keduanya.

Perubahan Nyata bagi Bisnis Kedai Kopi

Dokumentasi Duasisi
Dokumentasi Duasisi

Duasisi yang berdiri pada Agustus 2019 lalu, dapat dikatakan cukup berhasil  menarik hati pencinta kopi dan anak muda di Kota Jember. Berlokasi strategis di dekat Kampus, menjadikan Mahasiswa dengan mudah menjangkau kedai kopi ini. Sayangnya pasca pandemi, semua tak lagi sama bagi Duasisi.

Tidak lagi menerima layanan dine in sejak minggu kedua Maret, secara otomatis menyebabkan penurunan omset luar biasa. Cukup beralasan karena kedai kopi memang lekat dengan kegiatan nongkrong dan kumpul bersama ala anak muda sehingga tak banyak yang bersedia untuk menikmati kopi di rumah saja atau take away.

Dokumentasi Pribadi Pusparasa
Dokumentasi Pribadi Pusparasa

Hal senada juga diungkapkap Wahyu Ari Wibowo pemilik Kedai Pusparasa, menurutnya omset jatuh secara sigifikan, dan tentu ada kesedihan mendalam tak lagi melihat pemandangan bincang-bincang anak muda di kedai miliknya karena adanya imbauan #dirumahaja memang sudah sepatutnya untuk dipatuhi bersama.

Meningkatkan Service, Strategi Meraup Market selama Pandemi

Tidak tinggal diam dan hanya merenungi keadaan, berbagai langkah diambil guna bertahan di tengah terpaan covid-19. Duasisi dan Pusparasa secara kompak memberikan service tambahan guna menggaet hati konsumen. Misalnya, menerapkan free ongkir atau bebas biaya antar dengan syarat minimal pemesanan, banting harga produk, hingga menyajikan berbagai promo yang tentunya bertujuan meraup market seoptimal mungkin.

Bukan tanpa konsekuensi, beragam service tersebut jelas akan menimbulkan biaya produksi baru bagi kedai kopi, namun langkah tersebut mau tidak mau diambil guna menciptakan “oksigen” supaya bisnis ini tetap hidup di tengah goncangan.

#GerakBersama, sebuah Kolaborasi Bisnis Kopi bersama UKM Lokal

Berbagai lini masa kini diisi dengan seruan untuk saling tolong menolong saat kondisi ekonomi kian sulit dan mencekik. Aksi sosial penggalangan dana untuk tenaga medis, dan masyarakat terdampak covid-19 menjadi pemandangan indah yang kerap kita saksikan.

Tak terkecuali dengan para pelaku bisnis kedai kopi dan UKM Lokal. Sebuah gerakan #GerakBersama merupakan sebuah kolaborasi keduanya untuk saling menguatkan dan mendukung kelangsungan bisnis di situasi mencekam saat ini.

Duasisi misalnya menggandeng UKM Lekker Putar untuk menjual paket bundling, sehingga konsumen dapat membeli produk kopi sekaligus makanan ringan untuk hidangan pelengkap berbuka puasa. Sebuah kolaborasi positif yang memang sudah seharusnya dilakukan untuk tetap menjadi pemenang bersama selama wabah ini berlangsung. Duasisi dan Puspasara, sebagai bisnis kopi lokal yang tergabung dalam gerakan ini berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang menyadari eksistensi usaha kopi lokal di lingkungannya sehingga bisnis ini dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi industri kopi nasional yang tentunya juga menghidupkan nafas ekonomi hingga ke petani kopi lokal.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Update Virus Corona 6 Mei 2020 Semua Provinsi Indonesia

Read Next

Info Virus Corona DKI Jakarta 6 Mei Korban Meninggal 420 Orang