Setubuhi Anak Dibawah Umur, Pria Pengangguran Dibekuk Satreskrim Polresta Balikpapan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (05/05/2020). Seorang pria pengangguran berinisial AN (23), warga Gg. Mandiri (Gunung Bakaran), Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan ini, tega menyetubuhi anak dibawah umur sebanyak 4 kali.

Dalam keterangannya, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. Turmudi melalui Kanit PPA Satreskrim Polresta Balikpapan, IPTU Hadi Purwanto saat konferensi pers di ruang Unit PPA Satreskrim, Senin (04/05/2020) siang menyampaikan, “Persetubuhan terhadap anak dibawah umur ini terjadi sejak tanggal 24 April 2020 sampai dengan bulan Mei 2020,” terangnya.

IPTU Hadi Purwanto menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula saat orangtua angkat yang juga tante korban, RN (40) warga Jalan PJHI, Manggar, Balikpapan Timur melaporkan kejadian ini ke Polresta Balikpapan, Sabtu (02/05/2020).

Usai mendapat laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk pelaku pada Sabtu (02/05/2020) malam, di rumah pelaku di Gg. Mandiri, Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan.

”Pelaku sudah diamankan hari Sabtu 2 Mei 2020, sekitar pukul 20.00 Wita oleh Tim Jatanras Satreskrim Polresta Balikpapan,” tambah IPTU Hadi.

Kronologis kejadiannya, sebelum melakukan persetubuhan, korban dibonceng oleh pelaku menggunakan sepeda motor. Saat tiba di lokasi, korban langsung dibawa masuk ke dalam hutan. Pelaku kemudian mengancam menggunkan sebilah parang ke arah tubuh korban agar menuruti kemauannya.

Takut keselamatannya terancam, korban yang masih berusia 13 tahun ini pun menurutinya. Pelaku kemudian dengan leluasa menggerayangi tubuh korban yang menyetubuhi layaknya hubungan suami istri.

“Perbuatannya ini sudah empat kali dilakukan, terakhir pada tanggal 27 April 2020 sekira pukul 21.00 Wita di Gunung Selasa, Sepinggan, Balikpapan Selatan,” pungkas IPTU Hadi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AN kini harus mendekam di balik jeruji besi. Ia disangkakan Pasal 81 ayat 1 UU RI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana penjara minimal 5 Tahun dan maksimal 15 tahun.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Dewan Jatim Minta Perusahaan Rokok Tarik Massal Rokok Produksi Pabrik Ditemukannya Pandemi Covid-19

Read Next

Setelah Pandemi Covid-19 Berakhir, Pemprov Sumut Fokus Pulihkan Ekonomi