Jumlah Positif Terus Naik, Pelibatan Ponpes Di Jatim Diyakini Bisa Tekan Sebaran Pandemi Covid-19

Nasih Aschall

Nasih Aschall

Konfirmasitimes.com-Surabaya (05/05/2020). Keberadaan ulama di Pondok Pesantren (Ponpes) di Jatim diharapkan bisa dilibatkan oleh Pemprov Jatim dalam menekan sebaran Covid-19.

Pasalnya, sampai hari ini, meski  ada beberapa wilayah di Jatim sudah diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), namun jumlah sebaran pandemic Covid-19 di Jatim semakin hari semakib bertambah.

“Perlu diketahui, masyarakat di Jatim itu tentunya kepatuhan terhadap ulama yang juga pengasuh pondok pesantren sangat tinggi sekali. Apalagi santri dan alumnus masing-masing pondok pesantren di Jatim tersebar ke seluruh pelosok di Jatim. Dengan mengerahkan ulama dan menggandengnya tentunya masyarakat akan patuh terhadap himbauan pemerintah untuk menekan Covid-19,” ungkap anggota DPRD Jatim Nasih Aschall saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (03/05/2020).

Pria asal Bangkalan Madura ini mengatakan pihaknya mendorong pemerintah hal strategis yang dimiliki dan peran dari pondok pesantren.

”Harusnya pemerintah lebih melihat posisi pondok pesantren bisa dimaksimalkan oleh Pemprov Jatim,” jelas Nasih Aschall

Di Jatim sendiri, tumbuh subur keberadaan pondok pesantren, sambung politisi asal Partai Nasdem ini bisa dimaksimalkan untuk membantu upaya Pemprov memotong pandemic Covid-19.

“Coba saja kalau pemerintah melarang untuk tidak mudik, tidak sholat berjamaah di masjid, atau tarawih, tentunya bisa menggunakan para pengasuh ponpes untuk memberikan keyakinan ke masyarakat pentingnya tidak melakukan hal tersebut disaat pandemic Covid-19,” jelas Nasih Aschall.

Diungkapkan oleh pria yang akrab dipanggil Ra Nasih ini, selama ini, dirinya melihat setengah-setengah dari Pemprov Jatim dalam memutus mata rantai Pandemi.

“Buktinya apa yang dilakukan Pemprov, tetap saja jumlah pasien positif bertambah. Jelas perlu keterlibatan ponpes untuk membuat patuh masyarakat dalam memenuhi himbauan pemerintah,” jelas Nasih Aschall.

Ra Nasih juga optimis, jika Pemprov menggandeng para pengasuh pondok pesantren di Jatim, sebaran Covid-19 bisa diminimalisir dengan adanya kepatuhan masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah yang disampaikan lewat pengasuh pondok pesantren yang ada di Jatim.

“Saya yakin akan bisa ditekan sebarannya ,” kata Nasih Aschall.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota fraksi Gerindra DPRD Jatim Mohammad Fawaid mengatakan hasil pertemuan antara dirinya dengan sejumlah ulama di Jatim termasuk gus-gus pengasuh pondok pesantren se Jatim berharap agar pondok pesantren (ponpes) dilibatkan dalam penanganan Covid-19.

Pria yang akrab dipanggil Gus Mufa ini mengatakan alasan perlu dilibatkannya ponpes dalam penanganan Covid-19 karena di dalam ponpes banyak  dihuni ratusan hingga ribuan santri yang rawan terpapar Covid-19.

“Jika Ponpes terpapar, tentunya masyarakat sekitar juga akan terpapar juga. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh Pemprov,” ungkap pria yang juga Pembina lascar Sholawat Jatim ini.

Senada dengan Gus Mufa, salah satu pengasuh Pengasuh Ponpes di Jatim yaitu Ponpes Langitan Tuban, KH Maksum Fakqih atau akrab dipanggil gus Maksum mengatakan sampai saat ini pemerintah belum menyentuh pesantren untuk diajak rembukan. Padahal pesantren memiliki ribuan santri dan Juga sangat rentan tertular virus corona.

“Harusnya pesantren bisa diajak bicara dan diberikan solusi langkah yang harus dihadapi,” katanya.

Selama ini, kata Gus Maksum, pesantren dibiarkan sendiri untuk melawan virus corona.”Padahal pesantren juga harus merawat lingkungan sekitar. Pesantren juga harus membantu warga sekitar pondok,” terangnya.

Gus Maksum dalam kesempatan yang sama, juga menagih janji Pemerintah akan memberikan bantuan kepada warga terdampak.

“Kapan bantuan dari pemerintah ini. Katanya akan segera dibagikan, kapan bantuan itu datang. Yang pasti pengasuh pesantren dan para gawagis (para gus, red) saat ini harus sibuk menenangkan warga di bawah,” jelasnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret mengumumkan wabah infeksi virus corona baru COVID-19 sebagai pandemi. Menurut data WHO terbaru, lebih dari 3,3 juta kasus infeksi telah tercatat di dunia, lebih dari 239 ribu orang telah meninggal.

Berita seputar virus corona terbaru selengkapnya disini.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 04 Mei 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

17 Warga Pati yang di PHK dari Bali Jalani Rapid Test

Read Next

Dinas Kesehatan Riau Telusuri Rombongan Santri dari Klaster Ponpes Magetan