Dewan Jatim Minta Perusahaan Rokok Tarik Massal Rokok Produksi Pabrik Ditemukannya Pandemi Covid-19

Konfirmasitimes.com-Surabaya(05/05/2020). Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)Jatim berharap adanya penarikan massal terhadap produk rokok yang di dalamnya dikerjakan oleh buruh yang terpapar oleh pandemi covid-19.

Menurut anggota DPRD Jatim Haji Samwil mengatakan perusahaan rokok yang di pabriknya menjadi klaster pandemic Covid-19, idealnya harus melakukan penarikan produk rokoknya yang dikerjakan oleh puluhan pekerjanya yang terpapar Covid-19.

“ Saya mengambil contoh di pabrik rokok Sampoerna. Saya berharap perusahaan menarik produk rokoknya yang diproduksi di pabrik yang ditemukan pandemi. Dan himbauan saya ini juga berlaku bagi pabrik-pabrik rokok selain Sampoerna yang didalamnya ditemukan adanya pandemo Covid-19. Saya mendapat informasi ada tambahan baru klaster pabrik rokok selain Sampoerna,”ungkap pria kelahiran Bawean ini saat dikonfirmasi di Surabaya, selasa (5/5/2020).

Politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan dampak ditemukannya pandemi Covid-19 di pabrik rokok tersebut, membuat kecemasan dari masyarakat terlebih pada pecinta rokok.

“ Masyarakat was-was sekali kawatir tertular Covid-19 yang diproduksi oleh Sampoerna,”jelasnya.

Jika pihak perusahaan tetap bersikeras, lanjut pria yang juga anggota Komisi D DPRD Jatim ini, mengatakan, jangan salahkan masyarakat untuk meninggalkan produk dari pabrik rokok Sampoerna.

“ Bisa jadi masyarakat sudah tak mau lagi membeli rokok segala jenis yang di produksi oleh Sampoerna,”sambungnya.

Samwil menambahkan, pihaknya berharap himbauan dari dirinya untuk ditindaklanjuti oleh pihak pengelola rokok Sampoerna. “ Hal ini terutamanya bagi kebaikan untuk semuanya,”tandas pria yang sehari-harinya berdomisili di Gresik ini.

Diungkapkan oleh Samwil,untuk penarikan massal, tidak perlu semuanya ditarik dari pasaran. “Perusahaan Sampoerna harus berani tarik produk nya antara bulan satu  sampai bulan  ditemukannya adanya pegawainya terpapar Covid-19. Hal ini  untuk mengobati secara psikologis masyarakat supaya nyaman,”jelasnya.

Sementara itu, selain klaster Sampoerna,juga ditemukan klaster baru di pabrik rokok Mustika di Tulungagung. Bersamaan pabrik rokok tersebut, juga ditemukan klaster di pasar Pujon Batu Malang.

Menurut Ketua Rumpun Tracing Gugu Tugas Covid-19 Jatim dr. Kohar Hari Santoso menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan rapid test di Tulungagung. “ Ada 17 yang reaktif. Dari 17 tersebut untuk karyawan ada 5 orang dari kabupaten Kediri, 5 dari kota Kediri dan 7 dari Tulungagung. Dan yang terbaru ada 32 orang lagi yang menjalani rapid test dan 6 orang reaktif dan kesemuanya dari Tulungagung,”ungkapnya di Grahadi, Senin (4/5/2020) malam.

Sedangkan untuk di Pasar Pujon Malang, mantan Kadinkes Jatim ini membeberkan ada 41 orang yang menjalani rapod test. “ Dari temuan tersebut ada tiga orang yang reaktif diantaranya laki-laki dan perempuan,”ujar pria yang saat ini menjabat Dirut RSU Saiful Anwar Malang.

Dalam kesempatan itu, Kohar mengapresiasi  pihak Pasar Pujon yang telah menyiapkan tempat cuci tangan untuk para pengunjung pasar.

Dr. Kohar dalam mengungkap klaster di pasar Pujon Batu Malang, pihaknya memberikan apresiasi dari pengelola pasar. Hal ini dikarenakan disana banyak dijumpai pedagang yang menjual hand Sanitizer, dan sosialisasi waspada Covid-19 juga berjalan. “ Banyak pengunjung pasar yang sudah menggunakan masker dan Muspika setempat juga bergerak intens untuk sosialisasi,”jelasnya.

Kohar menceritakan, indeks case dari klaster Pasar Pujon berawal dari seorang pedagang  yang sering pulang pergi Batu – Surabaya.”Kemudian dia sakit, lalu dirawat di RS di Batu, sudah dilakukan swab lalu meninggal dunia sebelum hasilnya keluar. Setelah keluar hasil swabnya positif (Covid-19),” pungkasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tembak Mati Dua Orang, Polda Jatim Buru Penjahat Kambuhan Curanmor Antar Kota

Read Next

Setubuhi Anak Dibawah Umur, Pria Pengangguran Dibekuk Satreskrim Polresta Balikpapan