Seorang Dokter Menilai Sebuah Studi oleh Para Ilmuwan Inggris Tentang Kematian Dari Covid-19

Jumlah Kasus Infeksi Virus Corona Di Jerman Melebihi 148 Ribu

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/05/2020). Peneliti Kepala Lembaga Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamalei, dokter Viktor Zuyev menilai sebuah studi oleh ilmuwan Inggris pada hubungan vitamin D dalam tubuh dan risiko kematian dari virus corona.

Menurutnya, perjalanan penyakit ini dipengaruhi bukan oleh satu zat, tetapi oleh seluruh vitamin kompleks.

“Saya percaya bahwa hasil yang sama akan dalam kasus kekurangan vitamin B, C, dan secara umum vitamin semua dikenal Alphabet”, kata Viktor Zuyev.

Ahli epidemiologi menekankan bahwa untuk mencegah infeksi virus, pertama-tama perlu diperhatikan pola makan yang benar dan menjalani gaya hidup sehat.

Sebelumnya, para ilmuwan dari Yayasan Rumah Sakit Queen Elizabeth dan Universitas East Anglia mengaitkan angka kematian yang tinggi dari virus corona di beberapa negara Eropa dengan rendahnya tingkat vitamin D dalam tubuh. Para peneliti berpendapat bahwa indikator-indikator ini saling terkait, dan di negara-negara di mana warga negara kekurangan zat, ada lebih banyak kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret mengumumkan wabah infeksi virus corona baru COVID-19 sebagai pandemi. Menurut data WHO terbaru, lebih dari 3,3 juta kasus infeksi telah tercatat di dunia, lebih dari 239 ribu orang telah meninggal.

Berita seputar virus corona terbaru selengkapnya disini.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 03 Mei 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Thailand Melaporkan Jumlah Kasus Terendah Sejak Awal Maret

Read Next

Di Inggris Akan Mulai Menguji Aplikasi Untuk Memerangi Covid-19