Muncul Klaster Pandemi Di Perusahaan, Satgas Covid-19 Di Jatim Disebut Kecolongan

khofifah

Konfirmasitimes.com-Surabaya (04/05/2020). Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Jatim mengingatkan akan munculnya klaster baru disektor perusahaan setelah pabrik rokok Sampoerna sebaran Covid-19.

“Perlu ada pemeriksaan massal terhadap perusahaan-perusahaan besar yang ada di Jatim.Banyak yang memiliki buruh banyak seperti PT HM Sampoerna. Hal ini sebagai antisipasi munculnya klaster baru di Jatim,” ungkap Anggota Komisi E DPRD Jatim Sri Subianti di kantornya, Senin (04/05/2020).

sri subianti
Sri Subianti

Munculnya, klaster baru di PT Sampoerna, kata politisi Demokrat ini, menjadi pembicaraan nasional.” Hal ini harus segera disikapi oleh tim gugus tugas covid- 19, baik Jatim maupun kota Kabupaten yang ada perusahaan dengan jumlah karyawan yang cukup besar,” ujar Sri Subianti wanita yang akrab dipanggil Anti.

Anti menyebut bahwa munculnya kasus Sampaoerna bisa dikatakan kecolongan dalam mengantisipasi penyebaran virus ini. khusunya di perusahaan dengan jumlah karyawan besar.

Dari data yang ada, kata Anti, cukup banyak perusahaan dengan jumlah karyawan yang cukup besar mencapai ratusan orang di Jatim. Seperti Pabrik rokok Gudang Garam, Pabrik Rokok Wismilak, Pabrik Rokok Bentoel, Pabrik mie Sedap, Maspion maupun beberapa perusahaan lainnya.

“Satgas covid harus jemput bola bergerak keperusahaan perusahaan besar yang ada untuk melakukan pemeriksaan karyawannya,” jelas Sri Subianti.

Kata Anti pihak perusahaan juga harus terbuka ketika pemeriksaan dilakukan. Data pekerja dan alamat pekerja harus dibuka kepada tim satgas.

Dengan begitu lanjut Anti, akan memudahkan tim satgas dalam melakukan tarcing bila nantinya ditemukan karayawan yang terpapar. Baik positif, PDP, ODP maupum OTG.

“Keterbukaan data harus dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan harus open. Jangan sampai kasus PT Sampoerna yang kejadian tanggal 14 – 17 April baru dilakukan tindakan barusan,” ungkap Sri Subianti.

Dalam kesempatan ini wanita yang juga Bendahara DPD Partai Demokrat Jatim minta agara semua pihak pemangku kebijakan untuk saling bahu membahau dalam mengatasi Covid-19 ini.

Ia meminta jangan ada saling menyalahakan antar instansi yang satu dengan lainnya. Koordinasi intens dan menyeluruh harus terus dilakukan baik tim satgas Covid-19 Provinsi, tim Satgas Covid-19 Kota Kabupaten termasuk sampai tingkat desa.

“Kita menyayangkan adanya saling lempar terkait kasus karayawan PT Sampoerna antara Penprov dan Pemkot Surabaya. Yang kita butuhkan saat ini bagaiman kepentingan masyarakat. Pemimpim jangan saling lempar tanggung Jawab. Imbasnya masyarakat yang bingung. Mari bersatu bersama perangi covid ini,” pungkas Sri Subianti.

Senada dengan Antie, anggota Komisi E DPRD Jatim lainnya, Suwandi Firdaus, mengungkapkan dengan pemeriksaan sejak dini, sebagai antisipasi munculnya permasalahan baru dalam sebaran Covid-19.

Suwandi Firdaus

“Dengan pencegahan dini, tentunya bisa menekan pandemic Covid-19,” jelas Suwandi Firdaus politisi partai Nasdem ini.

Diterangkan oleh pria yang juga aktifvis buruh ini, pihaknya akan terus memantau keseriusan dari Pemprov dalam memutus mata rantai Covid-19.

”Kami dalam waktu dekat akan meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait dalam penanganan rapid test terhadap buruh yang ada di Jatim. Mereka juga harus mendapat perhatian dan rawan terpapar,” jelas Suwandi Firdaus.

Terpisah, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah mengumumkan perkembangan terkait klaster baru penularan Covid-19 di Surabaya, yakni Klaster Pabrik Rokok Sampoerna Kalirungkut Surabaya.

Ada 29 pegawai Sampoerna lagi yang positif berdasarkan tes swab PCR gelombang kedua. Jika ditambah dengan hasil tes swab gelombang pertama, di mana ada 34 pegawai positif dan dua positif meninggal pada 14 April 2020, total klaster Sampoerna sudah mencapai 65 kasus positif. Masih ada ratusan lagi yang menunggu hasil tes swab dan saat ini mereka masih dikarantina di sebuah hotel di Surabaya yang dirahasiakan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret mengumumkan wabah infeksi virus corona baru COVID-19 sebagai pandemi. Menurut data WHO terbaru, lebih dari 3,3 juta kasus infeksi telah tercatat di dunia, lebih dari 239 ribu orang telah meninggal.

Berita seputar virus corona terbaru selengkapnya disini.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 04 Mei 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Polisi Jatim Jaring Ratusan Warga Langgar PSBB di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik

Read Next

Tak Kunjung Cair, Bantuan Masyarakat Terdampak Covid-19 Di Jatim Tak Merata