Kacamata Deteksi Virus Corona Covid-19 di Ciptakan oleh Startup Cina Rokid

Seorang satpam yang mengenakan kacamata termal yang dikembangkan oleh Rokid berpose selama demonstrasi untuk media, setelah wabah penyakit coronavirus, di Hangzhou, provinsi Zhejiang, Cina. 30 April 2020

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/05/2020). Kacamata deteksi gejala virus corona dikembangkan oleh startup China Rokid yang mana mengembangkan sepasang kacamata untuk membantu menyaring gejala Covid-19 dengan mengukur suhu.

Reuters melaporkan, sebuah startup Cina yang mengembangkan produk augmented reality untuk digunakan dalam manufaktur dan game telah menemukan area pertumbuhan yang menjanjikan di tengah pandemi global yang mana diketahui kacamata ini dapat dipakai untuk mengukur suhu saat bepergian.

Menanggapi wabah Covid-19 pada akhir 2019, startup Rokid yang berbasis di Hangzhou mengembangkan kacamata untuk membantu menyaring gejala.

Dalam keterangannya Wakil Presiden Rokid Xiang Wenjie mengatakan permintaan telah meningkat untuk kacamata T1 perusahaan, yang dikembangkan hanya dalam dua minggu, setelah terjual sekitar 1.000 pasang kepada pemerintah, taman industri dan sekolah.

“Terlepas dari pengukuran suhu tetap, T1 dapat menyediakan pemeriksaan suhu portabel, jauh dan cepat, yang akan sangat membantu,” kata Xiang.

Dilengkapi dengan sensor inframerah dan kamera, kacamata memungkinkan pemakainya untuk “melihat” suhu orang.

Rokid mengatakan di situs webnya bahwa pihaknya menyelesaikan putaran pembiayaan “miliar dolar” pada tahun 2018, dipimpin oleh investor negara Singapura Temasek, bank Swiss Credit Suisse dan lainnya.

Perusahaan mengatakan sekarang sedang meningkatkan T1 untuk mengambil beberapa pembacaan suhu secara bersamaan untuk digunakan di tempat-tempat seperti mal dan bandara.

Satu taman kantor di Hangzhou menggantikan stan termometer tetap dengan kacamata setelah banjir karyawan yang kembali bekerja membuat suhu memeriksa sakit kepala untuk manajemen properti.

“Dengan lebih banyak produk baru yang keluar, terutama kacamata ini, kami pikir kami dapat menggunakannya untuk melakukan pengukuran suhu tanpa kontak, mereka sangat efisien ketika dihadapkan pada kerumunan besar orang,” kata Jin Keli, presiden Greentown Property Management.

Rokid bukan satu-satunya startup teknologi China yang terlibat dalam perang melawan Covid-19. Sistem pencitraan termal yang dibuat oleh raksasa pengenal wajah SenseTime telah dipasang di stasiun kereta api di seluruh Tiongkok.

Virus corona baru, pertama kali terdeteksi di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei China, sejauh ini telah menewaskan lebih dari 4.600 orang dan menginfeksi hampir 83.000 di Cina.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret mengumumkan wabah infeksi virus corona baru COVID-19 sebagai pandemi. Menurut data WHO terbaru, lebih dari 3,3 juta kasus infeksi telah tercatat di dunia, lebih dari 239 ribu orang telah meninggal.

Berita seputar virus corona terbaru selengkapnya disini.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 03 Mei 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

India, Bangladesh Laporkan Lonjakan Terbesar Kasus Virus Corona dalam Satu Hari

Read Next

Prancis Perpanjang Masa Darurat Virus hingga 24 Juli