Tak Bisa Mudik Saat Pandemi Covid-19, Mahasiswa Perantauan Di Jatim Digerojok Bantuan Paket Sembako

Tak Bisa Mudik Saat Pandemi Covid-19, Mahasiswa Perantauan Di Jatim Digerojok Bantuan Paket Sembako

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak

Konfirmasitimes.com-Surabaya(03/05/2020). Tak hanya masyarakat pinggiran yang perekonomiannya terpuruk gara-gara pandemi Covid-19 yang disuntik bantuan paket sembako oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Mahasiswa perantauan juga mendapat perhatian dari Pemprov terlebih ketika para mahasiswa tersebut tak bisa pulang karena pemberlakuan larangan mudik oleh pemerintah.

Pemprov Jatim sendiri, baru-baru ini di Malang, telah menggelontorkan 350 paket sembako kepada para mahasiswa perantau di wilayah Kota Malang. Bantuan paket sembako ini antara lain berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir, telur, mie instan, kecap manis, serta sepaket tas yang berisi hand sanitizer, masker dan vitamin C.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak secara simbolis kepada beberapa mahasiswa perantauan di Kota Malang, dan selanjutnya, bantuan tersebut akan diantarkan ke 35 titik asrama mahasiswa di Kota Malang.

Wagub (Wakil Gubernur) Jatim Emil Dardak mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kebersamaan dan gotong royong dalam memutus mata rantai Covid-19. kami datang bukan karena teman-teman mahasiswa utamanya yang bukan KTP Jatim yang meminta, tapi lebih pada kewajiban kita untuk saling tolong menolong. Terlebih, memang tugas kamilah untuk menjaga adik-adik mahasiswa sebagai aset masa depan bangsa,” ungkap mantan bupati Trenggalek ini, Minggu (03/05/2020).

Emil Dardak mengatakan ditengah adanya pembatasan gerak karena pandemic Covid-19, namun tak mengurangi semangat Pemprov Jatim untuk mengirim bantuan kepada seluruh masyarakat termasuk mahasiswa perantauan.

Dikatakan oleh Emil Dardak, selain semangat tolong menolong yang dikedepankan, pihaknya juga bertugas memastikan mahasiswa bisa tetap fokus pada proses belajarnya. Sehingga, akan muncul inovasi-inovasi teknologi yang bisa dimanfaatkan di tengah keterbatasan pergerakan akibat Covid-19.

Soal kelanjutan bantuan kepada mahasiswa perantauan, Emil Dardak mengatakan bawah Pemprov Jatim telah menyiapkan social safety net yang bisa diakses lewat radarbansos.jatimprov.go.id. Bantuan tersebut juga diperuntukkan bagi warga yang ber KTP non Jatim termasuk mahasiswa, serta bagi warga Jatim yang berada di Jabodetabek.

Agus Dono Wibawanto
Agus Dono Wibawanto

Sementara itu, anggota DPRD Jatim dari daerah pilihan (Dapil) Malang Raya, Agus Dono Wibawanto mengatakan  pihaknya memberikan apresiasi terhadap Langkah Pemprov Jatim dalam memberikan bantuan terhadap mahasiswa perantauan di Malang Raya.

“Ini bentuk pemerintah hadir ditengah masyarakat yang mengalami kesulitan terdampak Covid-19,” ungkap Agus Dono Wibawanto, politisi asal Partai Demokrat ini.

Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini menjelaskan para mahasiswa tersebut sebenarnya ingin pulang ke kampung halamannya ditengah pandemic Covid-19.” Apalagi saat ini kota Malang masuk zona merah pandemic. Tapi karena adanya larangan dari pemerintah untuk tidak mudik, tentunya mau tidak mau mereka tak bisa meninggalkan kota Malang,” jelas Agus Dono Wibawanto.

Agus Dono mengatakan tak hanya itu, pihaknya berharap juga untuk kelanjutan pendidikan untuk mahasiswa tersebut juga menjadi perhatian semua pihak.

“Harus ada koordinasi satu sama lain antara Pemprov dan Perguruan Tinggi. Perlu diskresi bagi mahasiswa perantauan tersebut. Jangan sampai mereka tak kunjung lulus dan terus merantau di kota Malang. Ingat tujuan mereka di Malang untuk menuntut ilmu,” kata Agus Dono Wibawanto.

Dibeberkan oleh Agus Dono, pihaknya juga memberikan apresiasi terhadap upaya cepat dari gubernur Khofifah yang selalu update dan bergerak cepat untuk penanganan Covid-19.

“Pendirian dapur umum di beberapa titik yang ada di Surabaya Raya dan pengiriman paket sembako yang langsung tepat sasaran ini membuktikan cepat tanggapnya gubernur Jatim bu Khofifah,” jelas Agus Dono Wibawanto.

Sementara itu, dari data yang diperoleh dilapangan, pemerintah sudah mengucurkan sejumlah bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19. Bantuan-bantuan sosial tersebut berasal dari Pemerintah Pusat yang menyasar sekitar 5 juta keluarga terdampak. Dari Pemprov Jatim yang menyasar untuk 1 juta keluarga, dan dari Dana Desa yang bisa membantu hingga maksimal 1,2 juta keluarga.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret mengumumkan wabah infeksi virus corona baru COVID-19 sebagai pandemi. Menurut data WHO terbaru, lebih dari 3,2 juta kasus infeksi telah tercatat di dunia, lebih dari 230 ribu orang telah meninggal.

Berita seputar virus corona terbaru selengkapnya disini.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 03 Mei 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Info Virus Corona DKI Jakarta 3 Mei Korban Meninggal 410 Orang

Read Next

NU Cabang Kapuas Beri Bantuan dan Sosialisasi Covid-19 di Basarang