Usung Tempo Dulu, Pasar Tradisional Ini Tidak Hanya sebagai Wisata Edukasi Asyik dan Unik

Usung Tempo Dulu, Pasar Tradisional Ini Tidak Hanya sebagai Wisata Edukasi Asyik dan Unik

Nama: Annisa Fatkhiyah S
Pekerjaan: Penulis
Alamat: Wonosobo

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/04/2020). Pasar tradisional umumnya di identikkan dengan lingkungan yang kumuh dan kotor. Untuk mengubah citra pasar tradisional tersebut, para warga desa Bongkotan dan pemangku desa bersama-sama saling bersinergi membuat pasar tradisional yang diberi nama “Pasar Kumandang”.

Terletak di Jl. Candi Bongkotan, Dukuh Bongkotan, Desa Bojasari, Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo. Dengan mengusung konsep tempo dulu, pasar ini juga sebagai wisata edukasi yang asyik dan unik.  Pasalnya, berada di tengah hutan rindang yang tidak jauh dari pemukiman warga.

Cara transaksinya pun terbilang unik, jika pada umumnya transaksi menggunakan uang sebagai alat transaksi tidak demikian dengan Pasar Kumandang. Untuk bisa bertransaksi di Pasar ini, para pengujung di haruskan membeli kepingan kayu “koin” terlebih dahulu yang berada tepat sebelum pintu masuk pasar.

Untuk satu keping kayu, nominalnya adalah Rp.2.000. Pengunjung bebas membeli berapa keping selama kepingan kayu masih tersedia di tempat penukaran.

Pasar ini hanya buka setiap hari minggu saja,  berbeda dengan pasar pada umumnya yang buka setip hari atau hari-hari khusus penanggalan jawa. Buka mulai pukul 07:00 – 13:00 WB, pasar ini selaalu ramai pengunjung baik dari warga Wonosobo maupun luar kota.

Kebanyakan dari mereka ternyata penasara dengan Pasar Kumandang ini. Lalu apa saja keunikan yang bisa di temui di Pasar ini? Yuk baca cerita saya saat mengunjungi pasar ini.

Nuansa Tempo Dulu yang Erat

Usung Tempo Dulu, Pasar Tradisional Ini Tidak Hanya sebagai Wisata Edukasi Asyik dan Unik

Sebelum memasuki area pasar, tepat di gerbang utama ada musik tradisional menggunakan angklung seraya menyambut para pengunjung yang datang. Memasuki area pasar, ada banyak ornamen-ornamen zaman dulu yang di representasi disini. Mulai dari Para penjual yang menggunakan jarik, kemben, layaknya pakaian seorang wanita zaman dulu.

Alunan musik gamelan di tengah hutan dan ramainya pengunjung yang datang membuat nuansa menjadi semakin nyaman. Ada yag menarik disini, yakni adanya papan pengumuman yang dianjurkan untuk menggunakan Bahasa Jawa saat berada di area pasar. Hal ini menjadi keunikan tersendiri bagi Pasar Kumandang ini.

Jajanan Tradisional

Banyak jajanan tradisional dan kuliner khas Wonosobo akan Anda temui disini. Mulai dari jajanan cilok dengan bumbu kacangnya, tiwul, rujak buah, klepon, cenil, lopis, tempe kemul, geblig. Sedangkan untuk kuliner khasnya, ada nasi megono, pecel, mie ongklok, soto dan masih banyak jaajan lain yang lezat bisa Anda jumpai disini tentunya dengan harga yang terjangkau.

Misalnya untuk mendapat satu porsi cilok Anda cukup membayar 2 Keping kayu, yakni Rp. 4.000 saja. Selebihnya untuk makanan khas Wonosobo seperti pecel dan nasi megono harganya adalah 3 keping kayu yakni, Rp.6.000. Gimana, terjangkau kan?

Tak hanya makanan yang menggoda, Anda juga bisa menikmati kopi tubruk dengan penyajian unik lho. Jika Anda pecinta kopi harus mencoba sensai menyeruput kopi di pasar ini. Seperti biasanyam umumnya kopi disajikan menggunakan cangkir keramik atau cup khusus, namun disini berbeda yakni disajikan menggunakan gelas dari bambu seperti pada zaman dahulu.

Tidak hanya itu saja, semua makanan juga dibungkus atau dibawa pulang juga menggunakan daun pisang maupun anyaman bambu yang sudah disediakan para penjualnya. Sebab, pasar ini memang tidak memperbolehkan penggunaan plastik.

Pasar Ramah Anak

Usung Tempo Dulu, Pasar Tradisional Ini Tidak Hanya sebagai Wisata Edukasi Asyik dan Unik

Tidak hanya menyajkan makanan tempo dulu saja, Pasar Kumandang juga terbilang ramah anak. Pasalnya, ada sejumlah wahana permainan anak yang ada di area pasar. Ada yang bisa gratis, dan ada juga yang berbayar.

Usung Tempo Dulu, Pasar Tradisional Ini Tidak Hanya sebagai Wisata Edukasi Asyik dan Unik

Bagi Anda yang pergi bersama anak, tempat ini sangat cocok untuk bermain sembari belajar untuk Anak Anda. Sebab ada banyak wahana permainan mulai dari egrang kayu, egrang batok kelapa, sirkuit ndeso, jongkat-jungkit, lumbungan, hingga memberi makan kambing.

Usung Tempo Dulu, Pasar Tradisional Ini Tidak Hanya sebagai Wisata Edukasi Asyik dan Unik

Untuk bisa memberikan makan yakni rumput pada kambing, Anda harus membayar satu keping yakni  Rp. 2.000. Rumput sudah disediaakan, Anda tinggal mengambilnya. Benar-benar sebuah pengalaman unik dan menarik. Anak-anak terhindaar dari rasa bosan karena ada banyak hal asyik yang ada disini.

Nampaknya berbagai wahana yang ada disini, seperti erat kaitannya dengan ungkapan Ki Hajar Dewantara yang mengatakan bahwa “Permainan anak adalah pendidikan”.

Les Bahasa Jawa Gratis

Usung Tempo Dulu, Pasar Tradisional Ini Tidak Hanya sebagai Wisata Edukasi Asyik dan Unik

Satu lagi yang tak kalah unik adalah tempat khusus untuk les bahasa dan aksara Jawa gratis. Fasilitas ini merupakan gagasan para pemuda, ditujukan pada para pengunjung yang ingin mendalami bahasa Jawa. Tak hanya itu, mereka juga menyediakan sejumlah koleksi buku yang berhubungan dengan hal tersebut.

Itulah sederet hal menarik dan unik yang bisa Teman Traveler temukan di Pasar Kumandang. Tempatnya asyik, cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan. Jika sedang menjelajah wisata Wonosobo, belum lengkap rasanya jika belum ke pasar ini.

Tidak hanya mengusung tempo duu, Pasar Kumandang tidak hanya sebagai wisata edukasi yang asyik dan unik namun juga bisa memberikan sumbangsih nilai ekonomi untuk setiap warga Bongkotan yang mayoritas turut andil.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Gratis !!! Hotline Ambulan Service Gugus Tugas Relawan COVID-19

Read Next

Mulai 25 April 2020, Perjalanan KA di Wilayah Divre II Sumatera Barat Dibatalkan