Masa Depan Desa, Desa Membangun Indonesia

Masa Depan Desa, Desa Membangun Indonesia

Peserta Lomba: Julita Hasanah
Pekerjaan: Mahasiswa
Alamat: Jl. Lingkar Perwira Dramaga – Bogor

Benarkah Desa tak Punya Masa Depan ?

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/04/2020). Berbicara tentang desa, seketika membangkitkan ingatan akan masa lalu. Terlahir dari seorang Ibu yang tinggal di desa membuat masa kecilku penuh cerita. Sayangnya, desa tak hanya soal kenangan manis bermain kuda lumping dari batang pisang atau berlomba menjaring ikan di sungai. Bagiku, beberapa kenangan pahit juga terukir di sana.

Ketika remaja misalnya, Aku harus menyaksikan pemandangan penuh haru. Salah seorang saudara Ibu berpamitan untuk merantau menjadi buruh di negara tetangga. Tak bisa Aku bayangkan, seorang perempuan bertubuh mungil harus berjuang sendirian di negeri rantau. Semua orang meneteskan air mata namun harus rela, karena demi hidup lebih baik beberapa hal memang harus dikorbankan.

Aku bertanya dalam hati. Apakah keadaan desa begitu terbatas sampai mengharuskan pemudanya melintas batas negeri untuk mencari sesuap nasi ? Benarkah desa tak punya masa depan ?

Mengapa Kemiskinan di Desa Tumbuh Subur ?

Kemiskinan menjadi satu atribut yang sangat melekat pada desa dari waktu ke waktu tak peduli siapa presidennya. Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 mencatat sebanyak 63,73% Rumah tangga miskin mayoritas berada di perdesaan. Maka tak heran jika kebanyakan dari kita enggan menjadi bagian dari desa. Istilah ‘‘wong ndeso’’ terasa sebagai sesuatu yang harus dijauhi karena lekat dengan segala kekurangan, misalnya miskin,kuno dan feodalistik.

Beberapa literatur mengkaji penyebab suburnya kemiskinan di desa, salah satunya diakibatkan karena desa tidak memiliki kewenangan dan akses dalam mengelola potensi alamnya secara mandiri. Padahal desa yang “gemah ripah loh jinawi” kaya akan potensi alam, jika dihitung tentunya bernilai ekonomi fantastis. Alih-alih menyejahterakan masyarakat sekitar, nilai ekonomi hasil pemanfaatan sumber daya alam justru banyak “bocor’ keluar. Maka menghapus kemiskinan di desa sejatinya mudah, yaitu dengan memberikan akses untuk secara mandiri mengelola potensi alamnya.

BUMDes dan Harapan Bagi Desa  

18 Desember 2013 menjadi hari bersejarah bagi desa, DPRD secara resmi mengesahkan Undang-Undang Desa Nomor 06 Tahun 2014. UU Desa ini menjawab persoalan kemiskinan yang sudah menggerogoti desa kita, diharapkan kehadiran UU Desa mampu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat desa melalui kewenangan dalam mengelola potensi lokal yang diwujudkan oleh BUMDes.

“UU Desa memberikan payung hukum bagi BUMDes sebagai pelaku ekonomi yang mengelola potensi desa secara kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.”

Pendirian BUMDes didasari oleh UU No.6 tahun 2014 tentang Desa Pasal 87 ayat (1) yang berbunyi,”Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang disebut BUMDes.” dan ayat (2) yang berbunyi, “BUMDes dikelola dengan semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan,” serta ayat (3) yang berbunyi, “BUMDes dapat menjalankan usaha dibidang ekonomi dan atau pelayanan umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”

“BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa merupakan sebuah jenis usaha yang dikelola serta diprioritaskan untuk perkembangan desa.”
“BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa merupakan sebuah jenis usaha yang dikelola serta diprioritaskan untuk perkembangan desa.” [Ilustrasi: news.detik.com]

Hadirnya BUMDes diharapkan menciptakan kegiatan ekonomi produktif lebih banyak di desa. Kegiatan produktif dapat meningkatkan perputaran uang sehingga menciptakan nilai tambah ekonomi. Selain itu, dalam jangka panjang diharapkan masyarakat perdesaan memiliki kesempatan dan kemandirian dalam memajukan desanya. Lebih jauh lagi, BUMDes diproyeksikan dapat melahirkan industri-industri kreatif yang mampu memberdayakan mesyarakat desa.

Potret Keberhasilan BUMDes Nusantara

Rasanya kurang lengkap jika tulisan ini tidak disertai potret keberhasilan BUMDes dari berbagai sudut Nusantara. Banyak Desa yang telah unjuk kebolehan, diantaranya telah sukses mewujudkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya. BUMDes tiap desa memiliki karakter dan keunikan masing-masing, karena pengembangan BUMDes memang disesuaikan dengan potensi dan keberagaman desa secara lokal.

1. BUMDes Batudulang

BUMDes Batudulang berhasil mengelola potensinya di bidang pariwisata. Dengan memanfaatkan air terjun Tiu Dua, air terjun alami yang selama ini belum dikelola maksimal, kini desa ramai dikunjungi wisatawan. Diprediksi omset desa melalui tempat wisata ini mencapai Rp 5 juta per tahun. Memang tidak besar, tetapi dampak ekonominya sangat luas. Banyak warga yang bisa membuka tempat makan, menyediakan layanan tertentu, dan kegiatan produktif lainnya sehingga perkembangan ekonomi desa bisa langsung dirasakan.

Air Terjun Tiu Dua yang dikelola BUMdes Batudulang
Air Terjun Tiu Dua yang dikelola BUMdes Batudulang
[Ilustrasi: netralnews.com]

2. BUMDes Sukamanah

Siapa yang tak kenal dengan BUMDes Sukamanah. BUMDes ini kerap kali menjadi tujuan studi banding bagi desa-desa lintas provinsi di Indonesia, tak lain karena keberhasilannya. BUMDes Sukamah telah berhasil menghidupkan pasar desa dan menyediakan akses air bersih bagi warga.

081484100_1574933504-the-market-3147758_1920.jpg
Ilustrasi : https://www.liputan6.com

Sebelum tersentuh oleh BUMDes Sukamanah, Pasar Desa yang dikenal dengan Pasar Mancung hanya beroperasi pada hari Senin dan Kamis saja. Kini Pasar Mancung sudah bisa beroperasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pokok warga, mulai dari kebutuhan pangan, sandang, dsb. Keberadaan Pasar Desa meningkatkan pelayanan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sekaligus penggerak roda ekonomi di desa.

3. BUMDes Karya Jaya Abadi

Karya Jaya Abadi menerima Penghargaan sebagai BUMDes kreatif terbaik Nasional Tahun 2016 sumber : Website Resmi Desa Amin Jaya
Karya Jaya Abadi menerima Penghargaan sebagai BUMDes kreatif terbaik Nasional Tahun 2016
sumber : Website Resmi Desa Amin Jaya

Salah satu bukti kesuksesan dari BUMDes Karya Jaya Abadi adalah berhasil mengukuhkan diri sebagai BUMDes paling kreatif tingkat nasional. Tak lain karena BUMDes yang satu ini dinilai aktif, inovatif, serta memiliki langkah yang cukup berani dalam memajukan perekonomian masyarakat desa. BUMDes Karya Jaya Abadi memposisikan diri sebagai pembeli sawit dari warga secara langsung.

Berkat BUMDes Karya Jaya Abadi, masyarakat desa yang sebagian besar hidup dari kelapa sawit menjadi lebih sejahtera lantaran tidak lagi dilindas tengkulak sawit yang masih merajalela.”

Desa Membangun Indonesia

Melalui BUMDes, kewenangan desa dalam mengelola potensi lokal dapat menjadi alternatif untuk mensejahterakan masyarakat. Kehadiran UU Desa dapat dikatakan sebagai jalan untuk mengembalikan kedaulatan desa atas sumber daya lokal. Menurut Mariana (2017), UU Desa memberikan kewenangan yang lebih besar kepada desa untuk mengelola aset desa, dan menghadirkan kontrol atas pengelolaan sumber daya lokal oleh seluruh elemen di desa. Hal ini merupakan sebuah perubahan positif, karena sebelumnya, masyarakat desa memiliki posisi tawar yang lemah dalam mengakses sumber daya lokal.

Pesan yang kuat dari UU Desa yang sangat penting untuk diingat adalah pengelolaan sumber daya lokal dimaksudkan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Misalnya, kehadiran BUMDes tidak hanya diukur dari profit yang dihasilkan namun juga benefit bagi warga. Maka BUMDes yang berhasil bukan hanya yang mampu mencetak omset miliaran rupiah, tapi yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.  

Lebih jauh, UU Desa menjadi jalan untuk kembali menemukan makna desa sebagai entitas terkecil yang mampu menjadi penopang utama pelayanan warga dan sekaligus penggerak perekonomian bangsa. Sungguh salah kaprah jika desa dipandang sebelah mata. Membangun desa artinya membangun Indonesia, atau sebaliknya kini desa sedang membangun Indonesia ?

Desa tertinggal adalah paradigma lama. Di era 4.0 saat ini, Desa justru menjadi ujung tombak pembangunan dengan berenergikan semangat perubahan.”

Kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat sebagai aktor utama pelaksana UU Desa yang telah berhasil membawa banyak perubahan nyata patut kita apreasi, sungguh contoh solidaritas dan semangat luar biasa yang dapat dijadikan teladan bersama. Indonesia akan selalu menanti “gebrakan” selanjutnya yang hadir dari desa. 

 “Desa yang mandiri, adalah Indonesia yang berdikari.”

Referensi

Anugerah Ayu Sendari. 2019. 7 Pasar Tradisional Unik di Surabaya, Cocok jadi Tujuan Wisata Belanja. https://surabaya.liputan6.com/read/4121785/7-pasar-tradisional-unik-di-surabaya-cocok-jadi-tujuan-wisata-belanja

Agus Triyono. 2018. BUMDes Jabar Pasok 60 Ton Beras untuk Asian Games. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180818203626-92-323284/bumdes-jabar-pasok-60-ton-beras-untuk-asian-games

Desa Amin Jaya. 2016. BUMDes Karya Jaya Abadi Terbaik Nasional. https://aminjaya.desa.id/berita/detail/mantap-bumdes-karya-jaya-abadi-terbaik-nasional

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

Usaha Desa. 2018. Jadi Percontohan Desa Maju, Seperti Inilah Keberhasilan BUMDes Sukamanah. http://www.usahadesa.com/jadi-percontohan-desa-maju-seperti-inilah-keberhasilan-bumdes-sukamanah.html

Vito Adhityahadi. 2018. Air Terjun Tiu Dua, Spot Wisata Eksotis Bakal dikelola BUMDes. https://www.netralnews.com/news/wisata/read/158295/air-terjun-tiu-dua-spot-wisata-eksotis-bakal-dikelola-bumdes

Mariana, Dina. 2017. Merawat Demokrasi Lokal untuk Transformasi Ekonomi Desa. Policy Brief Mei 2017. Institute for Research and Empowerment.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

PBNU; Satu Ramadhan 1.441 H Bertepatan 24 April 2020

Read Next

Jumlah Korban Virus Corona di Spanyol Melebihi 22 ribu Orang