Lockdown Wilayah, Apa Kata Istana

lockdown

Konfirmasitimes.com-Jakarta (29/03/2020). Keputusan Pemerintah Indonesia untuk mengambil opsi lockdown terkait menekan penyebaran virus corona di Indonesia tak akan dilakukan oleh Pemerintah. Namun keputusan ini tak diikuti oleh beberapa wilayah di Indonesia.

Sebelumnya melalui Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan melakukan lockdown untuk mengatasi penyebaran Covid-19 yang disebabkan virus corona.

Saya tegaskan, pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi yang telah memberikan instruksi kepada Kepala Gugus Tugas, bahwa tidak akan ada lockdown,

kata Doni Monardo, Sabtu (21/03/2020)

Pemkot Tegal misalnya, akan memberlakukan lockdown lokal selama 4 bulan mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020. Kebijakan ini dibuat setelah salah satu warga Kota Tegal positif virus corona. Sedangkan Pemkot Tasikmalaya akan memberlakukan lockdown lokal mulai 31 Maret usai 5 warganya positif corona.

Dalam keterangan dalam sebuah video, Dedy Yon Supriyono Walikota Tegal mengatakan Pemkot Tegal akan memberlakukan lockdown lokal dimulai dari 30 Maret hingga 30 Juli 2020, total selama empat bulan. Setelah salah satu warga Kota Tegal positif Covid-19, kebijakan ini dibuat.

Besok kita akan berencana bahwa kota tegal ini full ya untuk apa istilahnya lokal lockdown, jadi seluruh perbatasan kita rencananya akan apa namanya kita tutup, kita menutupnya, kita tidak lagi memakai water perrier tetapi pakai embisi beton, nanti memakai beton untuk mempagar pintu-pintu masuk.

Dedy Yon Supriyono

Lain dengan Tegal, Pemerintah Kota Tasikmalaya akan menerapkan ‘Karantina Wilayah’ yang menurut Walikota Tasikmalaya mengatakannya ‘bukan lockdown’. Kebijakan karantina wilayah ini sebagai sikap respon meningkatnya pasien positif Covid-19 dari satu hingga lima orang di Tasikmalaya. Pemberlakukan karantina wilayah ini akan diterapkan mulai Selasa (31/3/2020) yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Ini bukan lockdown tapi karantina wilayah perbatas, di sebagian setelah kita menyikapi naiknya dari yang positif Covid-19 dari satu hingga lima.

Budi Budiman, dalam sebuah pernyataan sumber video, Minggu (29/03/2020).

Juri Ardiantoro, Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, menyampaikan bahwa hingga kini Presiden Jokowi belum berpikir untuk lockdown.

Menurutnya keputusan lockdown suatu wilayah merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Jadi sesuai keputusan wali kota, mereka sendiri menamakan isolasi wilayah. Meski tidak ada dasar hukumnya

Juri Ardiantoro

Juri juga menambahkan pemerintah akan meminta gubernur setempat dan Kementerian Dalam Negeri agar berkomunikasi dengan daerah yang sepihak melakukan lockdown lokal. Sehingga rencana tersebut diurungkan.

Nanti gubernur dan Kemendagri yang akan komunikasi dengan kepala-kepala daerah itu

Juri Ardiantoro
Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Di Spanyol, Sekitar 9,5 Ribu Dokter Terinfeksi Virus Corona

Read Next

Jumlah Virus Corona di Belgia Lebih 9 Ribu Orang