Thailand Benar-benar Menutup Pintu Masuk ke Negaranya

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/03/2020). Thailand sepenuhnya menutup masuk ke negara itu dan membatasi keluar dari negara itu mulai 26 Maret 2020, sesuai dengan perintah Komite Situasi Darurat untuk Coronavirus Epidemic COVID-19 , yang ditandatangani oleh ketua komite, Perdana Menteri Thailand Jenderal Prayut Chan-Ocha.

“Melarang masuk ke Thailand dan menutup semua titik masuk dan keluar yang ada di Thailand di semua titik perbatasan, baik di bandara dan pelabuhan laut dan sungai dan di perbatasan darat, mulai pukul 00:00 pada 26 Maret 2020 dan sebelum perintah khusus dari pihak yang berwenang “,” perintah itu mengatakan, yang menetapkan semua tindakan dasar yang diambil oleh komite darurat untuk memerangi penyebaran infeksi.

“Pengecualian dari klausul perintah ini adalah orang yang telah menerima izin khusus dari perdana menteri atau orang yang bertanggung jawab lainnya dengan otoritas yang sesuai, diplomat dan anggota keluarga mereka, karyawan organisasi internasional dan anggota keluarga mereka, kru pesawat dan kapal, orang yang menyertai kargo darurat, orang asing pegawai negeri sipil yang datang untuk melakukan tugas di Thailand sesuai dengan perjanjian internasional, tergantung pada ketersediaan surat dari Kementerian Luar Negeri Thailand, dan warga negara asing bekerja di Thailand dan memiliki izin kerja di negara itu,” terang dokumen itu.

Untuk orang-orang dari kategori terakhir, saat memasuki negara itu, karantina medis dan keberadaan sertifikat medis yang mengkonfirmasi tidak adanya infeksi dengan infeksi coronavirus adalah wajib, perintah itu juga mengatakan.

Keputusan itu juga melarang kedatangan kendaraan apa pun di Thailand dari luar negeri – udara melalui bandara, laut dan sungai melalui pelabuhan laut dan sungai dan kendaraan lain melalui rute darat. Keberangkatan dari Thailand, sesuai dengan pesanan, diizinkan dalam kasus kebutuhan yang dibenarkan.

Dalam pidatonya sebelum mengumumkan keputusan, Perdana Menteri Prayut Chan-Ocha mengatakan bahwa warga asing yang berada di Thailand dan ingin meninggalkan negara itu akan diberikan dukungan yang diperlukan sambil mengamati semua langkah-langkah keamanan epidemiologis yang diperlukan.

Organisasi Kesehatan Dunia pada 11 Maret mengumumkan pecahnya coronavirus baru yang menyebabkan COVID-19, sebuah pandemi. Menurut data WHO terbaru, lebih dari 414 ribu orang terinfeksi di dunia, lebih dari 18 ribu telah meninggal.

Menurut statistik dari Universitas Johns Hopkins, lebih dari 471 ribu orang jatuh sakit, sekitar 21 ribu meninggal, 114 ribu pasien pulih. Terbesar pertama jumlah korban meninggal adalah Italia (lebih dari enam ribu tewas), diikuti oleh Cina, Spanyol, Iran, Prancis, dan Amerika Serikat. 

Pada Senin 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Indonesia Positif COVID-19, Per 26 Maret 2020 sebanyak 893 orang sudah terinfeksi di Indonesia, dan 78 orang telah meninggal serta 35 orang telah sembuh, menurut laporan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Jubir Achmad Yurianto pada Konferensi Pers Kamis (25/03/2020) pukul 15:30 WIB.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Di Belanda Jumlah Terinfeksi Virus Corona Mencapai 6.412

Read Next

Swiss Akan Membatasi Ekspor Alat Pelindung Diri

TOPIK BACAAN