Swiss Akan Membatasi Ekspor Alat Pelindung Diri

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/03/2020). Swiss sehubungan dengan pandemi COVID-19 memberlakukan pembatasan ekspor alat pelindung diri di luar negara-negara Schengen, kata pernyataan itu di situs web Dewan Federal (pemerintah) Swiss itu pada hari Rabu (25/03/2020).”

Karena penyebaran coronavirus SARS-CoV-2 yang sangat cepat di wilayahnya, Swiss mengalami peningkatan tajam dalam kebutuhan akan bahan medis pelindung. Membutuhkan masker, sarung tangan untuk pemeriksaan, kacamata keselamatan, pakaian pelindung, dll dalam jumlah yang cukup dan kualitas baik adalah prasyarat untuk menghentikan penyebaran COVID-19 dan menjaga kesehatan tenaga medis, “kata dokumen itu.

Dalam hal ini, Dewan Federal memutuskan untuk membatasi ekspor peralatan medis pelindung, tindakan ini dilakukan sampai situasinya membaik.

Organisasi Kesehatan Dunia pada 11 Maret mengumumkan pecahnya coronavirus baru yang menyebabkan COVID-19, sebuah pandemi. Menurut data WHO terbaru, lebih dari 414 ribu orang terinfeksi di dunia, lebih dari 18 ribu telah meninggal.

Menurut statistik dari Universitas Johns Hopkins, lebih dari 471 ribu orang jatuh sakit, sekitar 21 ribu meninggal, 114 ribu pasien pulih. Terbesar pertama jumlah korban meninggal adalah Italia (lebih dari enam ribu tewas), diikuti oleh Cina, Spanyol, Iran, Prancis, dan Amerika Serikat. 

Pada Senin 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Indonesia Positif COVID-19, Per 26 Maret 2020 sebanyak 893 orang sudah terinfeksi di Indonesia, dan 78 orang telah meninggal serta 35 orang telah sembuh, menurut laporan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Jubir Achmad Yurianto pada Konferensi Pers Kamis (25/03/2020) pukul 15:30 WIB.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Thailand Benar-benar Menutup Pintu Masuk ke Negaranya

Read Next

Jumlah Korban Virus Corona Amerika Serikat Melebihi Seribu

TOPIK BACAAN