Dokter Inggris Telah Menjelaskan Gejala Secara Rinci COVID-19

Dr Clare Gerada

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/03/2020). Setelah sembuh dari COVID-19, seorang dokter berusia 60 tahun, dr. Claire Herada menyampaikan kepada Daily Mail tentang gejala penyakit ini. Perlu diketahui, dr. Claire berprofesi sebagai seorang dokter umum di London, dan mantan ketua Royal College of GPs yang sempat dinyatakan positif virus corona.

Menurut keterangannya, dia terinfeksi virus corona di New York, tetapi tanda-tanda penyakit itu muncul ketika dia kembali ke rumahnya. 

Wanita itu terbang ke Inggris pada hari Minggu, kemudian pergi bekerja pada hari Senin, dan pada hari Selasa pagi dia merasa lelah.

Pagi dimulai dengan batuk kering. Sebelum itu, agak ringan, dan saya pikir itu karena penerbangan yang panjang,

jelasnya

Tetapi setelah itu, kata dokter, dia mengalami kekeringan yang sangat parah di tenggorokannya, yang berubah menjadi rasa sakit.

Seolah-olah seseorang telah menusukkan pisau ke tenggorokanku,

tambah dr. Claire Herada

Kemudian, menurutnya, suhu tubuhnya naik, demam dan bergetar pun dimulai.

Saya menyadari bahwa itu adalah virus corona, karena saya tidak pernah sakit parah, dan musim flu juga sudah berakhir,

Kata dr. Claire Herada

dr. Claire Herada melakukan tes virus corona. Setelah itu, Ia pun memutuskan untuk menyendiri.

Dia mengatakan bahwa kondisinya memburuk dengan cepat: setelah beberapa jam wanita itu kehilangan nafsu makan, di samping itu, semua makanan terasa pahit. 

Dia harus memaksakan diri untuk makan, dan karena tenggorokannya yang kering, dia minum air dengan lemon. Gejala lain yang dicatat Herad adalah hidung yang berair. Tenggorokannya pun penuh dengan lendir.

Dokter Herada menambahkan bahwa saat dia mengalami sakit itu, dia pembawaannya selalu ingin tidur. Menurutnya, dia tidak pernah seburuk ini dalam hidupnya.

Aku ingin membuat video diary, tetapi bahkan mengangkat telepon bagiku sangat susah,

Kata dr. Claire Herada

Untuk menurunkan suhunya, ia minum dua tablet parasetamol tiga kali sehari. 

Pada hari Jumat, hasil tes mengkonfirmasi ia di diagnosis COVID-19. Namun, pada titik ini, wanita itu merasa lebih baik, suhunya turun dan batuknya berhenti. 

Pada hari Sabtu, selera makannya kembali. Pada hari, dia merasa sudah pulih, tetapi memutuskan untuk melanjutkan isolasi diri sampai akhir minggu, seperti yang telah diresepkan dokter.

Herada yakin bahwa sebagian besar dari mereka yang terinfeksi virus corona akan bisa segera pulih. Dia mencatat bahwa dia tidak memiliki masalah kesehatan sementara banyak korban virus corona menderita berbagai penyakit.

Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi. Lebih dari 266 ribu telah terinfeksi di dunia, dan lebih dari 11 ribu orang telah meninggal.

Sabtu (21/03/2020) total jumlah pasien yang dinyatakan positif virus corona di Indonesia menjadi 450 kasus, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 20 orang dan pasien yang meninggal sebanyak 38 orang, terang Jubir pemerintah mengenai Covid-19 Yurianto.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Virus Corona Di Inggris Melebihi Lima Ribu

Read Next

Menteri Kesehatan dan Tenaga Kerja Ekuador Mengundurkan Diri

TOPIK BACAAN