Di Prancis, Para Dokter Menggugat Perdana Menteri dan Mantan Menteri Kesehatan Karena Wabah Virus Corona

Edouard Philippe dan Agnes Buzen

Edouard Philippe dan Agnes Buzen

Para terdakwa diduga mengetahui tentang epidemi yang akan datang, tetapi tidak mengambil tindakan apa pun.

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/03/2020). Menurut Le Figaro, Lebih dari 600 dokter Prancis menggugat mantan Menteri Kesehatan Agnes Buzin dan Perdana Menteri Edouard Philippe, mereka dituduh sebagai “Kebohongan Negara” selama penyebaran infeksi virus corona.

Protes para dokter menuduh politisi tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperlambat penyebaran epidemi di Perancis, meskipun mereka tahu akan bahayanya. 

Khususnya, dokter mengklaim bahwa pemerintah berkewajiban untuk mulai menyediakan masker, alat tes dan bahan-bahan lain yang diperlukan ketika mengetahui tentang bencana epidemi virus corona yang akan terjadi, tetapi ini tidak dilakukan pemerintah.

Dalam keterangannya, Pengacara Para Dokter dalam wawancara menyampaikan bahwa sekarang perlu dilakukan investigasi guna mengetahui informasi yang di sembunyikan oleh pemerintah prancis.

Sekarang perlu untuk melakukan investigasi kriminal untuk mengetahui jumlah informasi yang disembunyikan dari Prancis, dan untuk menentukan tanggung jawab semua orang dalam bencana kesehatan,

kata pengacara para dokter, merujuk pada wawancara dengan Buzen di surat kabar Le Monde.

Saat ini, pengaduan sedang dipertimbangkan oleh Komisi Khusus, yang mana dapat mengklasifikasikan atau meneruskannya ke Komite Investigasi, yang akan dapat memulai investigasi kriminal. Tuduhan itu masuk ke pasal 223-7 dari KUHP Prancis, sanksi terhadapnya memberikan hukuman dua tahun penjara dan denda 30 ribu euro.

Sebagai informasi bahwa di Prancis jumlah orang yang terinfeksi virus corona selama beberapa hari terakhir meningkat hampir dua ribu orang dan mencapai 14.459, 1.587 telah sembuh dan total 562 pasien meninggal. Saat ini, Prancis telah dikarantina, begitu juga dengan lembaga-lembaga publik telah ditutup dan acara-acara massal telah dibatalkan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Uniknya Sosialisasi Social Distancing Ala Polres Jombang

Read Next

Maklumat Kapolri Cegah Virus Corona