China Mulai Uji Coba Vaksin Virus Corona

vaksin virus corona

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/03/2020). Menurut surat kabar 21 Shiji Jingji Baodao melaporkan bahwa uji klinis terhadap vaksin virus corona telah dimulai di China. Sudah mulai resmi tes akan tetapi belum dikonfirmasi.

Surat kabar itu mengklarifikasi bahwa 108 sukarelawan turut berpartisipasi dan dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari 36 orang. 

  • yang pertama akan diberikan dosis vaksin yang rendah,
  • yang kedua akan diberikan dosis vaksin rata-rata,
  • yang ketiga akan diberikan dosis vaksin yang tinggi. 

Uji klinis direncanakan dari 16 Maret hingga 31 Desember 2020.

Fase pertama telah dimulai dengan memberikan vaksin kepada sukarelawan, tetapi berapa banyaknya tidak dirincikan. 

Diketahui bahwa sekarang peserta tes akan memiliki 14 hari karantina di bawah pengawasan medis, dan kemudian mereka akan secara teratur diperiksa selama enam bulan untuk mengetahui apakah mereka memiliki efek samping.

Salah satu sukarelawan mengatakan kepada surat kabar 21 Shiji Jingji Baodao bahwa orang berusia 18 hingga 60 tahun sebagian besar terlibat dalam pengujian. Semuanya menjalani pemeriksaan secara menyeluruh.

Peserta Vaksinasi COVID-19

Para peserta pada tahap pertama dari tes ini adalah penduduk distrik Wuchang, Hongshan dan Donghu di Wuhan. 

Beberapa sukarelawan berbagi pengalamannya tentang vaksinasi di media sosial. Salah satu dari mereka yang telah diberikan vaksin mengatakan bahwa kebanyakan orang dalam kelompoknya berusia 40-50 tahun.

Tujuan Tes Vaksinasi

Tujuan utama dari tes ini adalah untuk menguji keamanan dan efektivitas vaksin rekombinan terhadap SARS-CoV-2, yang dikembangkan berdasarkan vektor adenoviral. Sebelumnya sudah dilakukan percobaan ke hewan dan menunjukkan hasil yang baik.

Otoritas Cina menyetujui dimulainya uji klinis vaksin pada 16 Maret 2020. Obat itu dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Akademisi Medis Militer Chen Wei, yang bekerja di Wuhan pada 26 Januari 2020.

Pengembangan berlangsung bersama dengan perusahaan lokal berdasarkan pengalaman sebelumnya yang sukses dalam menciptakan vaksin Ebola. Akibatnya, spesialis dapat membuat strain rekombinan dan menyiapkan sampel vaksin yang memenuhi standar GMP.

Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi. Lebih dari 234 ribu sudah terinfeksi di dunia, dan hampir 10 ribu orang telah meninggal.

Sabtu (21/03/2020) total jumlah pasien yang dinyatakan positif virus corona di Indonesia menjadi 450 kasus, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 20 orang dan pasien yang meninggal sebanyak 38 orang, terang Jubir pemerintah mengenai Covid-19 Yurianto.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

4 Pertimbangan Ilmiah Agar Terhindar Dari Infeksi Virus

Read Next

Di Rusia, Dibuat Tiga Vaksin Prototipe Terhadap Virus Corona

TOPIK BACAAN