Dokter Membandingkan Bahaya Kanker dan Virus Corona

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/03/2020). Penyakit onkologis masih lebih berbahaya daripada COVID-19, kata Dokter Alexander Myasnikov ke portal Word and Deal .

Virus corona adalah infeksi pernapasan akut, pada prinsipnya. Pada virus corona manusia biasa, jika menyebabkan pneumonia pada orang tua, angka kematiannya sepuluh persen

Dokter Alexander Myasnikov

Jadi kesimpulannya adalah kanker lebih berbahaya dibandingkan dengan virus corona. Namun COVID-19 akan membahayakan apabila disuatu tempat sudah mewabah dan menginfeksi ke banyak orang secara bersamaan. Apabila hal ini terjadi dan tenaga medis tidak sanggup menangani, maka tidak menutup kemungkinan sesuatu yang fatal dan berbahaya bisa saja terjadi.

Pada 31 Desember 2019, otoritas Cina memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah pneumonia yang tidak diketahui di Wuhan. Para ahli telah mengidentifikasi apa penyebab penyakit ini memberi nama virus corona baru 2019-nCoV. WHO memberi nama resmi penyakit itu COVID-19, dan pada 11 Maret, WHO mengumumkan wabah itu sebagai pandemi.

Menurut data WHO terbaru, sekitar 210 ribu orang terinfeksi di seluruh dunia, hampir sembilan ribu di antaranya meninggal.

Jumat (20/03/2020), total jumlah pasien yang dinyatakan positif corona virus corona di Indonesia menjadi 369 kasus, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 17 orang dan pasien yang meninggal sebanyak 32 orang, terang Jubir pemerintah mengenai Covid-19 Yurianto.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

WHO Melaporkan Kasus Deteksi COVID-19 Pada Pasien yang Sembuh

Read Next

Di Jepang, Jumlah Orang yang Terinfeksi Virus Corona Mencapai 1728