Apakah Parasetamol Diperlukan Untuk Mencegah Virus Corona?

parasetamol

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/03/2020). Spesiaslis dari Children’s City Clinical Infectious Diseases Rumah Sakit Almaty, Kazakhstan menanggapi pertanyaan kebanyakan orang terkait apakah Paracetamol (Parasetamol) diperlukan untuk mencegah virus corona.

Sampai saat ini, belum ditemukan secara pasti obat untuk virus corona. Bahkan kini telah terjadi pro kontra serta kesimpangsiuran antara obat mana yang paling tepat untuk memerangi virus corona.

Beberapa menganjurkan langkah awal untuk mengatasi virus corona yaitu dengan mengkonsumsi parasetamol. Nah, apakah ini adalah langkah yang tepat dan benar?

Parasetamol merupakan obat penghilang rasa sakit yang populer. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati rasa sakit ringan hingga sedang, mulai dari sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri sendi, dan nyeri yang dirasakan selama flu.

Spesiaslis dari Children’s City Clinical Infectious Diseases Rumah Sakit Almaty, Kazakhstan menegaskan bahwa Parasetamol tidak digunakan untuk pencegahan virus corona.

Artinya Parasetamol tidak mencegah penularan virus, melainkan parasetamol ini hanya untuk penyakit demam, dan ini harus dari resep dokter.

Bahaya konsumsi parasetamol

Parasetamol disebut lebih aman daripada ibuprofen atau opioid. Akan tetapi, masih ada perdebatan untuk penggunaan dalam jangka panjang.

Menurut hasil penelitian dari Fakultas Kedokteran di University of Leeds yang dipimpin oleh Profesor Philip Conaghan mengemukakan bahwa bahaya konsumsi parasetamol jangka panjang bisa menyebabkan penyakit jantung, masalah pada ginjal, dan gangguan pencernaan.

Meskipun memang, risiko yang disebutkan cukup kecil, tapi peluang penyakit tersebut tetap ada.

Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi. Lebih dari 234 ribu sudah terinfeksi di dunia, dan hampir 10 ribu orang telah meninggal.

Jumat (20/03/2020) total jumlah pasien yang dinyatakan positif virus corona di Indonesia menjadi 369 kasus, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 17 orang dan pasien yang meninggal sebanyak 32 orang, terang Jubir pemerintah mengenai Covid-19 Yurianto.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Sebanyak 600 hingga 700 ribu Masyarakat Indonesia Beresiko Terinfeksi Virus Corona

Read Next

Virus Corona; Himbauan Anies Baswedan Kepada Warga DKI Jakarta