Para Ilmuwan Menggambarkan Gejala – gejala Pencernaan Dari COVID-19

gejala pencernaan virus corona

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/03/2020). Dokter menyampaikan bahwa salah satu gejala COVID-19 yang paling umum adalah gangguan pencernaan. Hasil dari dua studi tersebut dipublikasikan dalam The American Journal of Gastroenterology dan Clinical Gastroenterology and Hepatology.

Penelitian pertama didasarkan pada pengamatan di tiga rumah sakit di kota Wuhan Cina, yang telah menjadi pusat penyebaran penyakit. Dari 18 Januari hingga 28 Februari 2020, para ilmuwan menganalisis gejala 204 pasien dengan COVID-19 dan menemukan bahwa hampir separuh dari mereka mengeluh terutama gangguan pencernaan: diare atau anoreksia (sama sekali tidak nafsu makan). Gejala yang jarang dirasakan adalah mual, muntah, dan sakit perut.

Studi ini menunjukkan bahwa pasien dengan gejala pencernaan cenderung lebih lama proses penyembuhannya dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki gejala pernafasan.

Menurut para ilmuwan, pada pasien dengan gejala pernafasan ketika mengalami kondisi paling parah, pada saat inilah diperlukan pengobatan yang intensif untuk melawan kondisi tersebut (pneumonia).

Pada saat yang sama, para penulis mencatat bahwa mereka menemukan tujuh kasus ketika mereka yang terinfeksi virus corona memiliki gangguan pencernaan, tetapi gejala pernapasan tidak muncul. Menurut dokter, pasien tersebut harus ditugaskan ke kelompok risiko dini.

Sementara itu, para ilmuwan dari Sekolah Kedokteran Icahn di Gunung Sinai di New York merangkum informasi ahli gastroenterologi mengenai pasien dengan gangguan pencernaan kronis yang mungkin didiagnosis dengan infeksi COVID-19.

“Ini adalah area yang bergerak cepat yang menerima informasi baru setiap hari,” kata Ryan Ungaro, kepala penelitian, MD, dalam siaran pers dari American Gastroenterological Association.

Terlepas dari kenyataan bahwa COVID-19 adalah penyakit yang tidak boleh disepelekan, Penting bagi dunia untuk mengendalikan risiko jangka panjang dan tetap mengikuti penelitian dan rekomendasi saat ini untuk memberikan rekomendasi yang paling akurat kepada pasien.

Menurut para ilmuwan, perhatian khusus harus diberikan kepada pasien dengan penyakit radang usus yang menggunakan obat imunosupresif. 

American Gastroenterological Association mengungkap bahwa pasien seperti dengan gangguan pencernaan tidak boleh meninggalkan obat tradisional karena ancaman COVID-19, karena saat memiliki penyakit bawaan seperti pada usus akan jauh lebih memungkinkan mudah terinfeksi virus corona. Pasien-pasien dengan kondisi ini hanya harus lebih ketat untuk diperhatikan daripada yang lain.

Para peneliti juga mengungkap, dulu yang menyebabkan SARS, gejalanya juga sama yakni mengalami diare atau gangguan pada pencernaan.

Pada 31 Desember 2019, otoritas Cina memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah pneumonia yang tidak diketahui di Wuhan. Para ahli telah mengidentifikasi apa penyebab penyakit ini memberi nama virus corona baru 2019-nCoV. WHO memberi nama resmi penyakit itu COVID-19, dan pada 11 Maret, WHO mengumumkan wabah itu sebagai pandemi.

Menurut data terbaru, jumlah yang terinfeksi di seluruh dunia sebanyak 209.839 kasus terkonfirmasi, di mana 8.778 meninggal.

Kamis (19/3/2020) total jumlah pasien yang dinyatakan positif corona virus corona di Indonesia menjadi 309 kasus, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 15 orang dan pasien yang meninggal sebanyak 25 orang, terang jubir pemerintah mengenai Covid-19 Yurianto.



Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Apakah Mungkin Melarikan Diri Dari Virus Corona

Read Next

Uji Coba Vaksin Virus Corona Dimulai Di Rusia

TOPIK BACAAN