Ini Dia, Alasan Korea Selatan Berhasil Perang Melawan Virus Corona

Alasan Korea Selatan Berhasil Perang Melawan Virus Corona

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/03/2020). Pihak berwenang Korea Selatan berhasil secara drastis memperlambat penyebaran virus corona berkat program pengujian yang luar biasa, menurut jurnal Amerika Science.

Populasi di Korea Selatan sebanyak 50 juta orang, dan jika pada 29 Februari 2020 sebanyak 909 kasus infeksi baru terdaftar di sana, maka pada 17 Maret 2020 hanya 74 kasus.

Pihak berwenang Korea menciptakan program pengujian yang paling ambisius dan terorganisir. Berkat ini, dimungkinkan untuk mengambil analisis lebih dari 270 ribu orang. Ini adalah lebih dari 5.200 tes untuk satu juta penduduk dan hasil kedua di dunia setelah Bahrain, yang populasinya sekitar satu setengah juta orang.

Di Korea Selatan, Pasien berisiko tinggi yang memiliki beberapa jenis penyakit kronis dirawat terlebih dahulu. Pasien dengan gejala sedang dikirim ke lembaga pendidikan yang diperbaharui dan bangunan yang disediakan oleh negara, di mana mereka memberikan perawatan medis dasar. 

Orang yang lulus tes negatif virus corona harus diperiksa minimal sebanyak dua kali. Mereka yang telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi atau memiliki gejala ringan dibiarkan selama dua minggu dan di karantina rumah, namun dokter memeriksanya dua kali sehari.

Di Korea Selatan jumlah pasien yang terinfeksi terus bertambah, walaupun jauh lebih lambat, yang berarti bahwa ancaman wabah baru tetap ada.

Korea Selatan sangat serius menangani virus corona itu dengan belajar dari pengalaman melawan MERS pada tahun 2015 lalu.

Virus corona masuk ke Korea Selatan diketahui sejak seorang pengusaha kembali dari perjalanan bisnis ke Timur Tengah dan ternyata terinfeksi positif virus corona, pengusaha tersebut membuat 186 orang terinfeksi, di antaranya 36 orang meninggal. 

Wabah COVID-19 itu ditekan dalam dua bulan, tetapi pihak berwenang Korea Selatan harus menemukan orang-orang yang terdeteksi positif COVID-19, dan juga perlu memeriksa dan mengkarantina hingga hampir 17.000 orang.

Pada Malam Tahun Baru, otoritas Cina memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah pneumonia yang tidak diketahui di Wuhan. Para ahli telah mengidentifikasi apa penyebab penyakit ini memberi nama virus corona baru 2019-nCoV. WHO memberi nama resmi penyakit itu COVID-19, dan pada 11 Maret, WHO mengumumkan wabah itu sebagai pandemi.

Menurut data terbaru, jumlah yang terinfeksi di seluruh dunia sebanyak 209.839 kasus terkonfirmasi, di mana 8.778 meninggal.

Kamis (19/3/2020) total jumlah pasien yang dinyatakan positif corona virus corona di Indonesia menjadi 309 kasus, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 15 orang dan pasien yang meninggal sebanyak 25 orang, terang jubir pemerintah mengenai Covid-19 Yurianto.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Ahli Epidemiologi Menyebut Bahaya Karantina Global

Read Next

Ahli Biologi; Tiga Strategi Utama Bagi Negara Untuk Memerangi Virus Corona

TOPIK BACAAN