Ahli Epidemiologi Menyebut Bahaya Karantina Global

bahaya karantina

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/03/2020). Dalam jangka panjang, karantina global mungkin lebih berbahaya daripada penyebaran virus corona itu sendiri. Hal ini disampaikan oleh ahli epidemiologi, profesor kedokteran di Stanford University, John Ioannidis.

Sejumlah negara sudah melakukan karantina global guna untuk menekan penyebaran virus corona.

Pada saat yang sama, dalam kasus penyebaran virus, sebuah “fase akut” yang singkat terjadi, yang dengan cepat berakhir.

Menurut John Ioannidis, anak-anak yang dikarantina dirumah atau dianjurkan belajar dirumah memiliki tingkat kekebalan yang bervariasi yang mana akan ada kemungkinan menyebabkan masalah kesehatan di masa mendatang.

Selain itu, John Ioannidis mengungkapkan bahwa Isolasi massal akan mempengaruhi ekonomi global dan kesehatan psikologis manusia. Akibatnya kita harus menanggung berbagai konsekuensi. Konsekuensi potensial dari karantina global adalah krisis keuangan, kerusuhan hingga bentrokan antar warga.

Pada Malam Tahun Baru, otoritas Cina memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah pneumonia yang tidak diketahui di Wuhan. Para ahli telah mengidentifikasi apa penyebab penyakit ini memberi nama virus corona baru 2019-nCoV. WHO memberi nama resmi penyakit itu COVID-19, dan pada 11 Maret, WHO mengumumkan wabah itu sebagai pandemi.

Menurut data terbaru, jumlah yang terinfeksi di seluruh dunia sebanyak 209.839 kasus terkonfirmasi, di mana 8.778 meninggal.

Kamis (19/3/2020) total jumlah pasien yang dinyatakan positif corona virus corona di Indonesia menjadi 309 kasus, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 15 orang dan pasien yang meninggal sebanyak 25 orang, terang jubir pemerintah mengenai Covid-19 Yurianto.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Video Anggota DPRD Blora Menolak Cek Kesehatan

Read Next

Ini Dia, Alasan Korea Selatan Berhasil Perang Melawan Virus Corona