Beberapa Bulan Kedepan Persediaan Bahan Pokok Jatim Aman

persediaan bahan pokok jatim aman

Konfirmasitimes.com-Jakarta (18/03/2020). Kondisi persediaan bahan pokok di Jawa Timur dalam posisi aman hingga beberapa bulan ke depan sudah dipastikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu melakukan panik dengan belanja jumlah besar (panic buying).

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, Senin (16/3/2020) mengatakan stok bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur ayam, daging sapi, daging ayam, gula dalam keadaan cukup untuk beberapa bulan ke depan.

“Buffer stock kita dalam kondisi yang sangat aman. Jadi saya minta masyarakat tidak melakukan panic buying dan melakukan aksi borong bahan pokok,” tegas Khofifah.

Diketahui stok beras Jawa Timur masih surplus hingga bulan Juni, Angka Total surplus beras di Jatim secara kumulatif hingga bulan Juni 2020 mendatang mencapai 2,3 juta ton.

Dan gula stoknya aman hingga dua bulan ke depan, stok gula di Jatim saat ini mencapai 71 ribu ton, dengan rata-rata konsumsi 37 ribu ton per bulan. Karenanya stok gula di Jatim masih aman hingga dua bulan ke depan.

Daging sapi, stok di Jawa Timur sampai bulan Juni persediannya mencapai 41.074 ton. Dengan perkiraan kebutuhan sebesar 38.406 ton, maka hingga bulan Juni mendatang Jatim masih akan surplus sebanyak 2.668 ton.

Jagung, sampai bulan Juni mendatang, di Jawa Timur masih akan ada surplus jagung mencapai 2,2 juta ton.

Bawang merah stoknya aman sampai bulan Desember mendatang dengan surplus mencapai 335.000 ton. Sedangkan untuk cabai merah hingga akhir tahun stoknya aman dan surplus mencapai 33 ribu ton.

Telur ayam ras. Dari data yang ada sampai bulan Juni Jatim akan surplus telur ayam ras hingga 57.790 ton.

“Untuk gula memang ada kenaikan harga, tapi stoknya aman sampai dua bulan ke depan. Juga untuk minyak goreng memang ada kenaikan harganya karena harga CPO dunia juga naik, tapi stoknya aman bahkan sampai enam bulan ke depan,” tegas Khofifah.

Gubernur Jatim, Khofifah meminta masyarakat tidak terpengaruh efek psikologis yang menyebabkan panik belanja. Dengan stok bahan pokok yang aman dan tersedia, maka pihaknya menjamin tidak akan ada kelangkaan bahan pokok.

“Justru kalau ada aksi borong, belanja dalam jumlah yang berlebihan maka sesuai dengan prinsip hukum ekonomi pasar, harga akan naik dan akan ada kelangkaan. Maka untuk menghindari itu, kami imbau tidak ada panic buying karena buffer stock kita sangat aman,” pinta Khofifah.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Virus Corona; Perancis Membatasi Penjualan Parasetamol

Read Next

Spanyol Akan Mengalokasikan 200 Miliar Euro Untuk Memerangi Virus Corona

TOPIK BACAAN