Penyelundupan Barang Dari Singapura Berhasil Digagalkan oleh Polisi dan Dirjen Bea-Cukai

Konfirmasitimes.com-Jakarta (17/03/2020). Penyelundupan barang yang diangkut menggunakan kapal penumpang dari Batam di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta berhasil di gagalkan oleh Polri dan Dirjen Bea-Cukai.

Dalam keterangannya Kepala Korps Polisi Air dan Udara (Kakorpolairud), Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, SH., M.Hum., Senin (16/03/2020) menyampaikan

Ini adalah bentuk sinergitas kinerja di lapangan antar Korpolairud dan Dirjen Bea-Cukai dalam menangani kejahatan yang berpotensi merugikan Negara. Dan selanjutnya terus akan kami laksanakan di seluruh wilayah-wilayah yang sudah terdeteksi rawan kegiatan tersebut.

Kata Irjen Pol Drs. Lotharia Latif

Lotharia Latif juga menambahkan bahwa penyelundupan itu terungkap pada hari Jumat (13/03/2020) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut).

Pada saat pemeriksaan polisi juga mendapati 27 dus dan 12 koper lainnya yang diduga milik tersangka dengan inisial RH. Selain RH, polisi juga mengamankan dua orang lainnya.

Tim mendapati dan memeriksa muatan yang bongkar dan diturunkan dari atas dek kapal KM Kelud lalu di muat ke dalam mobil pribadi jenis minibus dengan dengan jumlah 17 kardus, 3 koper dan 1 peti diduga barang ilegal

Kata Irjen Pol Drs. Lotharia Latif

Dalam penggeledahan, polisi mendapati ratusan tas, pakaian, dan jam tangan bermerek. Tersangka juga menyelundupkan barang elektronik, seperti laptop dan modem hingga aksesoris mobil mewah seperti Jaguar dan Lexus.

Motifnya memasukkan barang dari luar negeri ke wilayah Indonesia tanpa membayar Pajak Dalam Rangka Import (PDRI),

Kata Irjen Pol Drs. Lotharia Latif

Selain itu berdasarkan keterangan dari AKBP Yuldi Yusman selaku Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri menyampaikan bahwa aturannya barang-barang asal Singapura tersebut dikirim dengan menggunakan jasa pengiriman yang resmi. Agar proses masuknya menggunakan kargo dan terpantau Bea-Cukai.

Normalnya itu kan melalui kapal kargo ya, bukan kapal penumpang karena kalau kapal kargo, otomatis nanti melewati tahap pemeriksaan oleh Bea-Cukai. Di sana nanti ditentukan bea masuk barang tersebut berapa oleh Bea-Cukai

AKBP Yuldi Yusman

Yuldi Yusman menambahkan jika barang-barang tersebut dikirim dengan kapal penumpang sejak dari Singapura ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Di sana, tersangka telah memiliki jaringan pengepul barang.

Barang itu untuk dikirim ke Indonesia kan harusnya pake jasa pengiriman yang resmi. Tapi karena barangnya gede, nggak mungkin pakai pesawat, jadi pakai kapal.

Kata Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Dari Singapura dimasukkan ke Batam. Di Batam ada pengepulnya. Lalu barang-barang itu dimasukkan ke Indonesia dengan seolah-olah itu barang penumpang, bukan kapal kargo, sehingga tidak kena bea

Terang AKBP Yuldi Yusman.

Melalui tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti di antaranya tas merek Fossil sebanyak 114 buah, sepatu merek Nike 3 pasang, lampu belakang mobil Lexus 1 unit, kaca mobil Jaguar 1 unit, dan kamera merek Leica 4 unit. Polisi juga mendapati seperangkat laptop 15 unit, jam tangan merek Tory Burch 14 unit, air pressure merek Samson, suku cadang sepeda merek Brompton, dan masih banyak lagi.

Pasal yang dilanggar oleh tersangka yaitu Pasal 102 UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Setelah mengamankan penerima, polisi melimpahkan kasus ini ke pihak Bea-Cukai.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Hampir 14 ribu Orang Terinfeksi Virus Corona Dalam Sehari

Read Next

Yogyakarta Berpeluang Besar Bekerja Sama dengan Swedia

TOPIK BACAAN