Ahli Australia Menemukan Obat virus Corona

Konfirmasitimes.com-Jakarta (17/03/2020). Sekelompok peneliti Australia mengatakan mereka telah menemukan obat untuk virus corona baru, dan berharap bahwa pada akhir bulan maret, pasien yang sudah terdaftar dapat mencoba obat hasil penelitiannya secara nasional, laporan news.com.au.

Profesor David Paterson, direktur Pusat Penelitian Klinis di Universitas Queensland, hari Senin (16/03/2020) mengatakan, bahwa mereka telah menemukan dua obat yang digunakan untuk mengobati penyakit lain telah terbukti berhasil bisa menghancurkan virus corona dalam tabung reaksi.

Dia juga mengatakan bahwa salah satu obat yang diberikan kepada beberapa orang dengan tes COVID-19 positif di Australia telah mengarah pada “hilangnya virus” dan pemulihan total dari infeksi. Obat-obatan sudah terdaftar dan tersedia di Australia.

“Saat ini, kami ingin melakukan studi klinis skala besar di seluruh Australia, yang akan mencakup 50 rumah sakit, dan kami akan membandingkan satu obat dengan obat lain dan kombinasi dua obat,” kata Profesor Paterson.

Profesor itu menyampaikaan bahwa pasien sangat mentoleransi pengobatan, dan tidak ada efek samping yang tidak terduga dari mereka.

Paterson mengatakan bahwa pengalaman positif dalam perang melawan virus corona telah terdaftar di luar negeri, dengan mengutip Cina dan Singapura. Tim penelitinya yakin bahwa mereka dapat mulai memberikan obat kepada pasien dengan cara yang sangat aman ke rumah mereka.

Senin, (16/3/2020) total jumlah pasien yang dinyatakan positif corona virus corona menjadi 134 kasus atau bertambah 17 kasus dari sebelumnya 117 pada Minggu (15/03/2020), terang jubir pemerintah mengenai Covid-19 Yurianto.

Pada konferensi pers Senin (16/03/2020) jubir pemerintah mengenai virus corona, Achmad Yurianto mengatakan pasien yang sudah dinyatakan positif Covid-19 tidak harus menjalani masa isolasi di rumah sakit, tapi bisa melakukannya di rumah secara mandiri.

“Sekarang tak berarti bahwa kasus positif harus diisolasi di rumah sakit. Ada beberapa kasus positif tanpa gejala yang akan kita karantina, diisolasi di rumahnya secara mandiri,” kata Yurianto di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Belum jelas apakah hal tersebut terkait informasi dan pemberitaan yang beredar bahwa ruang isolasi yang telah disipakan pemerintah untuk wilayah DKI Jakarta telah penuh, karenanya pasien yang positif terinveksi virus corona tidak harus menjalani perawatan di ruang isolasi di rumah sakit yang sudah disediakan dan sudah digembar gemborkan dengan persiapan yang cukup dan sangat baik oleh jubir pemerintah terkait virus corona selama ini.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Di Uzbekistan, Mengumumkan Kompetisi Untuk Menciptakan Teknologi Melawan COVID-19

Read Next

Beberapa Negara Menunda Ibadah di Tempat Ibadah Untuk Mencegah Virus Corona

TOPIK BACAAN