Press Conference Polda Kalteng Terkait Kasus Perlindungan Konsumen

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/03/2020). Press Conference pada hari Rabu (11/03/2020) yang digelar oleh Kepolisian Daerah Polda Kalteng (Kalimantan Tengah) atas keberhasilan Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus dalam mengungkap kasus tindak pidana perlindungan konsumen dan perdagangan di Kota Palangkaraya yang dilaksanakan di Mapolda Kalteng.

Tim Subdit 1 Direskrimsus mengungkap kasus tersebut dengan mengamankan tersangka berinisial M (40) yang merupakan warga Jalan Tingang VI Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya. Tersangka diamankan dengan barang bukti sekitar 2 ton lebih gula kristal rafinasi, beras non premium dengan merek Super FN dengan berat sekitar 890 kilogram serta alat mesin jahit, timbangan dan sejumlah nota penjualan beras di kedua tempat.

Dalam keterangannya, Kombes (Pol) Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Kalteng yang di dampingi AKBP Teguh Widodo, S.I.K selaku Wadir Krimsus menyampaikan bahwa tersangka melakukan perbuatan tersebut dengan modus operandi menjual barang dalam pengawasan berupa gula rafinasi tanpa memiliki perizinan, baik penjelasan mengenai kemasan seperti nama barang, ukuran, berat/isi atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, efek samping, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain.

Untuk gula rafinasi yang berhasil kami amankan dari kediaman tersangka berjumlah sekitar dua ton lebih dari 74 karung gula masing-masing berisi 25 kilogram dan 14 gula kristal rafinasi dengan berat 50 kilogram. Selain itu tim juga berhasil menyita beras non premium dengan merek Super FN dengan berat sekitar 890 kilogram yang sudah dipindahkan ke karung beras premium merek pandan wangi dan tiga jambu dengan berat netto 20 kilogram

Kombes (Pol) Hendra Rochmawan

Kombes (Pol) Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Kalteng menambahkan

Dari pengakuan tersangka, dalam usaha tersebut yang bersangkutan mendapatkan keuntungan sebesar Rp50-80 juta per bulannya. Praktik tersebut selama ini sudah dijalankan tersangka selama lima tahun dan tentunya sudah mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta pertahunnya

Kombes (Pol) Hendra Rochmawan

Saat ini pelaku dikenakan dengan Pasal 110 atau pasal 106 Undang-Undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman pidana paling lama lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar atau Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf i Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

PBB Memuji Turki Terkait Layanan Kepada Para Pengungsi

Read Next

Info Bola