Serunya, Pelatihan Ekologi Tanah di Paguyuban Petani Organik Al-Barokah

Serunya, Pelatihan Ekologi Tanah di Paguyuban Petani Organik Al-Barokah

Praktek ekologi tanah oleh fasilitator kepada peserta pelatihan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/03/2020). Dalam rangka meningkatkan SDM anggota petani, Paguyuban Petani Organik Al-Barokah mengadakan Pelatihan Ekologi Tanah.

Pelatihan Ekologi Tanah ini dilaksanakan pada hari Minggu (05/01/2020) dengan melibatkan puluhan peserta yang mana meliputi petani laki-laki dan perempuan dari seluruh kelompok paguyuban yang tergabung.

Paguyuban Petani Al-Barokah merupakan sebuah organisasi masyarakat pedesaan yang berbasis pada pertanian organik Al-Barokah didirikan pada 16 September 1989 oleh para petani penggarap di Desa Ketapang, Kec. Susukan Kab, Semarang.

Para petani berasal dari berbagai desa yang tersebar di dua kecamatan yakni Kecamatan Susukan dan Kecamatan Kaliwungu.

Narasumber dalam pelatihan Training of Trainer (ToT) ini adalah Profesor Supriyadi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Serunya, Pelatihan Ekologi Tanah di Paguyuban Petani Organik Al-Barokah
Prof. Dr. Ir. Supriyadi memberikan materi kepada peserta ToT

Pelatihan ekologi tanah Paguyuban Petani Organik Al-Barokah adalah rangkaian dari program Desa Berseri Astra (DSA) dimana Paguyuban Petani Organik Al-Barokah bekerjasama dengan PT Astra, Jakarta.

Kegiatan ini mengangkat dua tema, pertama terkait teori tentang ekologi tanah dan kedua praktek uji tanah.

Menariknya, Profesor Supriyadi sebagai narasumber dalam penyampaian materi tentang ilmu ekologi tanah menggunakan bahasa sederhana sehingga peserta tidak merasa kesulitan.

Awalnya Prof Supriyadi menyampaikan tentang kondisi pencemaran lingkungan yang kian parah dari hari ke hari, efek penggunaan pupuk kimiawi.

Kemudian acara di isi oleh Ahmadi dari Paguyuban Petani Organik Al-Barokah dengan praktek sederhana tentang dua hal, pertama tentang aerasi tanah dan kedua tentang kapiler atau daya serap tanah terhadap air.

Latihan ini memakai alat sederhana seperti tanah, balon, pupuk dengan membandingkan berbagai jenis tanah yang ada di lingkungan petani Paguyuban Petani Organik Al-Barokah.

Hasilnya kemudian para petani melakukan pengamatan dan menyimpulkan hasilnya.

Para peserta yang telah mengikuti Training of Trainer ini diharapkan mampu mengadakan pelatihan ekologi tanah ini kepada anggota di kelompoknya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Palestina dan Tunisia Membahas Kerja Sama Untuk Mengatasi Agresi Israel

Read Next

Jiwasraya

TOPIK BACAAN