Aljazair Mengalokasikan Anggaran Tambahan Karena Turunnya Harga Minyak

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/03/2020). Kantor Kepresidenan Aljazair mengumumkan pada Selasa malam persiapan anggaran tambahan untuk mengelola jatuhnya harga minyak di negara yang perekonomiannya hampir seluruhnya bergantung pada ekspor bahan bakar.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Kantor Berita Aljazair, Kantor kepresidenan mengatakan: “Presiden Republik Abdelmajid Tebboune memimpin hari ini sebuah rapat kerja yang ditujukan untuk menilai situasi ekonomi negara itu setelah jatuhnya harga minyak di pasar internasional, karena perlambatan ekonomi global sebagai akibat dari penyebaran Coronavirus, dan keputusan sepihak beberapa negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah mengambil keputusan menjual produksi minyak mentah mereka dengan harga yang sangat rendah.”

Pertemuan tersebut dihadiri oleh PM Abdelaziz Djerad dan para menteri keuangan, energi, industri, Energi dan Pertambangan, pertanian dan perdagangan di samping gubernur Bank Sentral.

Menurut pernyataan itu, Tebboune menginstruksikan, Menteri Keuangan untuk sesegera mungkin menghitung anggaran tambahan dan “memasukkan langkah-langkah untuk mengatasi dampak keuangan dari krisis saat ini, dan pengumpulan pajak dan bea cukai yang belum dibayar.”

Menteri Keuangan juga ditugaskan untuk “mempercepat proses pendirian bank syariah swasta,” menekankan penolakan Aljazair untuk “meminjam” dari luar negeri.

Instruksi juga diberikan kepada Gubernur Bank Sentral Aljazair agar mengawasi upaya yang sedang berlangsung untuk menghidupkan kembali kegiatan ekonomi. Di sisi lain, Menteri Keuangan diinstruksikan untuk “memastikan bahwa pinjaman yang diberikan oleh bank dalam kerangka investasi swasta dilunasi.”

Pada hari Senin, harga minyak turun lebih dari 30 persen di pasar internasional sebagai akibat dari perang harga yang diluncurkan Arab Saudi terhadap Rusia setelah negara-negara penghasil minyak gagal mencapai kesepakatan untuk terus memotong produksi.

OPEC dan Rusia, mitra utama organisasi itu dalam aliansi produksi OPEC +, telah menegosiasikan pengurangan tambahan untuk mengakhiri penurunan harga, yang mencapai level terendah dalam empat tahun, mengingat penyebaran novel Coronavirus.

Pada hari Senin, harga minyak mencatat penurunan paling signifikan dalam tiga dekade, dengan minyak mentah Brent turun menjadi $ 33 per barel, sebelum naik sedikit dalam beberapa jam terakhir.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

10 Tempat Wisata Wajib Dikunjungi Di Australia Barat Part 2

Read Next

Alat Untuk Mencegah Penuaan Kulit Ditemukan Para Ilmuwan Secara Tidak Sengaja