Empat Tiga Wanita Palestina Di Tahan Di Penjara-penjara Israel

women palestinian

Konfirmasitimes.com-Jakarta (10/03/2020). Pada Hari Perempuan Internasional, Minggu (08/03/2020). Menurut Pusat Informasi Palestina, Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Palestina menyampaikan bahwa ada empat tiga wanita Palestina di tahan di penjara-penjara Israel.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Unit Studi dan Dokumentasi Komisi Abed al-Naser Farwana mengatakan bahwa otoritas pendudukan Israel telah menangkap lebih dari 16.000 wanita Palestina sejak 1967.

Farwana mengatakan bahwa metode brutal yang dipakai oleh pasukan pendudukan Israel terhadap pria Palestina selama penangkapan sama dengan metode untuk melawan wanita.

Penangkapan ditujukan untuk mengintimidasi wanita Palestina dan membatasi pengaruh mereka, katanya, seraya menambahkan bahwa kadang-kadang wanita ditahan untuk menekan kerabat pria untuk mengaku tuduhan yang diajukan terhadap mereka.

Farwana mencatat bahwa para wanita di penjara-penjara Israel menjadi sasaran interogasi yang terbilang berat, penyiksaan fisik dan psikologis, pelecehan, penindasan dan pengabaian medis yang disengaja tanpa memperhatikan gender dan kebutuhan khusus mereka.

Seperti Fatima Bernawi yang ditangkap pada tanggal 14 Oktober 1967, ia seorang wanita Palestina pertama yang ditangkap oleh pasukan pendudukan Israel. Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan percobaan pemboman.

Farwana mengatakan bahwa 128 wanita Palestina ditangkap oleh pasukan pendudukan Israel pada tahun 2019, lalu bertambah sebanyak 29 wanita Palestina telah ditangkap sejak awal 2020.

Otoritas pendudukan Israel menahan 43 wanita Palestina di penjara mereka, 16 di antaranya adalah ibu dan empat di bawah penahanan administratif.

Selain itu ada Amal Taqatqa dari kota Beit Fajjar di Bethlehem. Ia seorang wanita Palestina yang paling lama melayani di penjara-penjara Israel yang menjalani hukuman tujuh tahun. Dia ditangkap pada Desember 2014.

Hanaa Shalabi dari Jenin melakukan mogok makan terpanjang di antara para tahanan wanita Palestina. Itu berlangsung selama 44 hari sebelum dia dibebaskan kemudian dan diusir ke Jalur Gaza pada April 2012.

Terkait Hari Perempuan Internasional, Dalam keterangannya Farwana menyampaikan bahwa “Dunia merayakan wanita pada tanggal 8 Maret setiap tahun sebagai penghargaan atas perjuangan dan pengorbanan mereka dan untuk menghormati peran mereka yang berbeda dalam hidup tetapi mengabaikan wanita Palestina dan penderitaan mereka yang semakin memburuk di bawah pendudukan Israel, terutama wanita di penjara-penjara Israel,”

Dia menyerukan semua lembaga hak asasi manusia yang peduli dengan perempuan untuk mengerahkan lebih banyak upaya untuk menyelamatkan perempuan Palestina di penjara Israel.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Mendagri Optimis Pilkada 2020 Sukses dan Lancar

Read Next

Satgas Pangan Akan Tindak Penimbun Bertujuan Menaikan Harga Sepihak