Gubernur Jatim; Politisasi SARA Harus Diantisipasi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/03/2020). Khofifah Indar Parawansa Gubernur perempuan pertama Jawa Timur Dalam acara Musyawarah Daerah X Partai Golkar Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 di Hotel Utami, Kab. Sidoarjo, Jumat (06/03/2020) menyampaikan Politisasi SARA harus diantisipasi dalam proses Pilkada serentak 2020.

Khofifah memaparkan hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan juga data dari Kementerian Agama. Bahwa toleransi dan juga politisiasi SARA menjadi dua hal utama yang harus diantisipasi jelang Pilkada serentak di seluruh daerah di Indonesia termasuk Jawa Timur.

“Masalah toleransi, potensi gesekan karena politisasi SARA menjadi dua hal yang harus diperhatikan kita semua. Jangan sampai dua hal ini menjadi permasalahan yang bisa menganggu persaudaraan dan persatuan  kita. Sebaliknya, toleransi harus terus dipupuk dan dikuatkan, persaudaraan  antar golongan, antar umat beragama serta antar suku  harus terus dijaga. Partai Golkar dan juga partai politik yang lain, kami harapkan menjadi bagian yang terus bersinergi mewujudkan tujuan bersama ini,” Jelas Khofifah.

Gubernur Jatim itu menjelaskan bahwa sinyal yang sebaiknya menjadi GPS bersama adalah kondisi ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat jelang pilkada serentak.

Kondisi tersebut harus betul-betul ditelaah jelang Pilkada serentak agar bisa diantisipasi sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa  mengganggu kondusivitas Jawa Timur.

Musyawarah Daerah X Partai Golkar Jatim Tahun 2020, juga dihadiri beberapa tokoh nasional Golkar diantaranya Akbar Tanjung dan Nurul Arifin. Pelaksanaannya diselenggarakan 5 – 7 Maret 2020 dengan peserta sebanyak 350 kader dari seluruh Jatim.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Menlu Iran; Trump Jahat Menjadikan Terorisme Medis Menggantikan Terorisme Ekonomi AS

Read Next

Pemimpin Geng Santa Rosa de Lima ditangkap di Meksiko

TOPIK BACAAN