Budaya Tradisi Mepe Kasur Adat Osing

Tradisi Mepe Kasur

Peserta Lomba: Ruli Arifin
Alamat: Sukoharjo, Ngaglik, Sleman

Budaya Tradisi Mepe Kasur Adat Osing. Suku osing adalah penduduk asli yang tinggal didaerah kabupaten Banyuwangi. Suku osing sendiri bisa juga disebut dengan laros atau lare osing. Masyarakat suku osing dikenal dengan wong Blambangan.

Suku osing merupakan masyarakat yang tinggal diseluruh kecamatan dibanyuwangi terutama mayoritas didesa kemiren kecamatan glagah. Bahasa yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari ialah bahasa osing atau jawa kuno.

Sebelum kejayaan kerajaan islam masyarakat osing menganut agama hindu. Namun, setelah kejayaan Islam pada masa kerajaan majapahit masyarakat osing menganut ajaran Islam. Akan tetapi, warga suku osing tidak meninggalkan budaya lama.

Gapura Desa kemiren
Gapura Desa Kemiren

Desa kemiren terletak kurang lebih 2 km dari kecamatan glagah dan 5 km dari kota kabupaten, selain itu juga desa kemiren terletak pada ketinggian 150 m dari permukaan air laut dengan memiliki rata-rata suhu udara mencapai 20- 25 dan memiliki luas 177.052 ha. Dimana desa ini dijadikan sebagai desa wisata oleh pemerintah banyuwangi.

 Peta Monografi Desa Kemiren
Peta Monografi Desa Kemiren

Jika dilihat dari segi peta monografi desa kemiren pada tahun 2017, jumlah penduduk desa kemiren sebanyak 2653 jiwa. Jumlah penduduk pria 1222 jiwa, jumlah penduduk perempuan 1312 jiwa. Keadaan masyarakat osing sendiri apabila dilhat dari segi sosial tidak jauh berbeda dengan masyarakat pada umumnya.

Hanya saja mereka memiliki adat istiadat tersendiri. Selain itu masyarakat osing yang berada diwilayah banyuwangi terutama didesa kemiren memiliki banyak budaya tradisi salah satunya ialah tradisi mepe kasur.

Tradisi Mepe Kasur

Tradisi mepe kasur merupakan kebiasaan masyarakat desa kemiren untuk membersihkan segala hal penyakit yang ada pada kasur. Ada juga yang beranggapan bahwa tradisi mepe kasur berguna untuk membuat pasangan suami-isteri cepat mendapatkan keturunan.

Tradisi ini terkadang diadakan setahun sekali bersamaan dengan acara syukuran desa, acara kegiatan tersebut dilaksanakan setiap bulan Dzulhijjah. Fungsi melakukan mepe kasur dibulan Dzulhijjah ialah untuk pameran budaya tradisi masyarakat osing atau nguri-nguri budaya leluhur dan mencegah tolakbalak.

Selain berfungsi untuk mencegah tolak balak, mepe kasur juga berguna untuk menjalin rasa kebersamaan antar warga sebab pada saat bulan Dzulhijjah para masyarakat mengeluarkan kasur mereka dari dalam rumah.

Biasanya kasur yang dipepe oleh masyarakat osing adalah kasur berwarna hitam dan merah. Sebab, merah dan hitam menurut masyarakat desa kemiren memiliki filosofi yaitu, merah artinya berani, maksudnya dalam artian berani segala resiko untuk suami dan isteri dalam menjalani hidup. Sedangkan warna Hitam memiliki arti kelanggengan, maksudnya suami dan isteri akan berjodoh secara langgeng hingga nenek dan kakek.

Tradisi Mepe Kasur
Tradisi Mepe Kasur

Pelaksanaan mepe kasur pertama, kasur harus dikeluarkan terlebih dahulu dari dalam rumah kemudian dijemur dari pagi hingga siang hari.

Sejak matahari terbit, warga yang akan melaksanakan tradisi ini harus memanjatkan do,a sambil memericikan air bunga dihalaman rumah.

Hal ini dipercaya dapat mengusir segala penyakit yang ada pada kasur. Setelah lewat siang hari, kasur wajib dimasukan kembali kedalam rumah. Sebab, jika kasur dijemur terlalu sore akan menghilangkan keampuhan ritual.

Tradisi Mepe Kasur

Menjelang sore, biasanya warga desa kemiren berbondong-bondong menuju makam seseorang tokoh yang dipercaya menjaga desa kemiren.

Masyarakat menuju makam dengan mengarak barong ke ujung desa menuju makam. Ketika dimalam hari, masyarakat berkumpul untuk menggelar acara tumpeng sewu.

Setiap warga membuat tumpengnya sendiri-sendiri dengan hiasan yang menarik dan indah untuk dinikmati. Biasanya acara tersebut sangat meriah hingga larut malam.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Peskov Merespon Erdogan Untuk Meninggalkan Suriah

Read Next

Lebih dari 5 Ribu Migran Ilegal Berupaya Memasuki Wilayah Yunani

TOPIK BACAAN