Israel Membuldozer Pemuda Palestina Yang Telah Meninggal

Sebuah buldoser militer Israel memasuki zona penyangga Gaza untuk mengambil Jenazah warga Palestina yang telah meninggal, pada 23 Februari 2020.

Konfirmasitimes.com-Jakarta (29/02/2020). Pasukan Israel menembak mati seorang Palestina di dekat pagar Gaza-Israel kemarin kemudian membawa tubuhnya pergi dengan sebuah buldoser, sebuah video yang telah memicu kemarahan.

Drekam oleh seorang fotografer yang bekerja dengan kantor berita Al-Hadath yang berpusat di Tepi Barat , video tersebut menunjukkan tubuh tak bernyawa dari Mohammed Al-Naem yang berusia 27 tahun, dikeruk dan tergantung di buldoser Israel setelah dia ditembak mati di sepanjang pagar Gaza-Israel .

Al-Naem adalah anggota Brigade Al-Quds yang bermarkas di Gaza, sayap bersenjata dari faksi perlawanan Jihad Islam Palestina , kata kantor berita Safa kemarin.

Buldoser itu mendekati jenazah ketika warga Palestina berusaha mengambil mayat Al-Naem. Warga pelstina yang ingin mengambil Jenazah Al-Naem dipaksa pergi, ketika Buldozer mendekati mereka dengan kecepatan tinggi. Selanjutnya Buldozer Israel menngeruk untuk mengambil jenazah Al-Naem, dengan pakaiannya yang menggantung di Buldozer, Jenazah AL-Naem dibawa pergi dengan cara digantung, tubuhnya yang tak bernyawa terlihat jelas ketika sebuah tank mendekat untuk melindungi mesin Israel.

Sejumlah warga Palestina terluka dalam serangan itu, dengan satu terlihat melompat setelah dia ditembak di kaki oleh pasukan pendudukan.

Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett membela tindakan militer yang menyatakan bahwa militer berusaha untuk mengambil tubuh “seorang teroris”.

“Beginilah seharusnya dilakukan, dan beginilah caranya,” tulisnya.

“Israel bermaksud membunuh seorang pemuda tak bersenjata, di depan kamera seluruh dunia,” kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum.

“Penyalahgunaan tubuhnya tepat di depan mata seluruh dunia adalah kejahatan keji yang dapat ditambahkan ke kejahatan lain terhadap rakyat kita (Paleestina).”

Pusat Hukum untuk Hak-Hak Minoritas Arab di Israel, telah menuntut penyelidikan kriminal atas insiden tersebut dan mengirim surat kepada Kepala Pejabat Militer Israel, Jenderal Sharon Afek, menyampaikan bahwa tindakan dalam video itu sebagai kejahatan perang dan terang-terangan. Melanggar hukum pidana internasional, dan hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter. “


Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Propam Periksa Tujuh Personel Polri Saat Penganiayaan Warga di Jalan Trans Papua

Read Next

Keseruan Belajar Bahasa Indonesia di KJRI Cape Town

TOPIK BACAAN