Desa Pakraman Bugbug Lakukan Tradisi Ritual Aci Manda

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/02/2020). Desa Pakraman Bugbug sebagai Desa tertua di Karang Asem, kaya akan aneka ragam tradisi dan budaya yang adi luhung. Salah satunya adalah Aci Manda(Sebuah ritual mengelilingi palemahan desa) yang dilakukan oleh para truna dan daha (muda-mudi) Desa adat setempat. Tradisi ini dilakukan setiap tahun, tahun ini dilaksanakan pada Jumat (21/02/2020).

Tradisi yang dilakukan sehari sebelum Nyepi Adat ini sudah dilakukan secara turun temurun, “Manda dalam kamus jawa kuno berarti mengelilingi palemahan desa. Tradisi ini sudah tersurat dalam lontar pengaci-aci Desa Pakraman Bugbug.

Kelian Adat Desa Pakraman Bugbug, Jro Wayan Mas Suyasa mengatakan “Aci Manda  merupakan ritual  nedunang (menurunkan) Raja Purana Desa Bugbug, Rejang dan Truna-Truni untuk mengelilingi Desa. Tujuan dari upacara ini agar  mereka mengetahui  dengan wilayah teritorial yang dimiliki Desa Bugbug.”  

Aci Manda, lanjut Mas Suyasa, merupakan bagian dari upacara bhuta yadnya menjelang ngesanga (nyepi) sasih kaulu. “Semua ritual ini bermakna menjaga keseimbangan alam semesta yakni bhuana agung dan bhuana alit,” terang Mas Susaya beberapa waktu yang lalu.

Sebelum ritual manda, pada pagi hari dilaksanakan piodalan Sanghyang Raja Purana di Pura Piit, Desa setempat. Manda diikuti para daha (gadis) dan taruna (pemuda) baik banjar maupun Desa Bugbug. Dalam ritual ini, truna Desa mengenakan kamben dan saput sampai menutupi dada, keris dan sesurakan (terbuat dari pohon enau yang diisi janur dan diukir).


Sedangkan para daha mengenakan kamben, serta anteng untuk hiasan kepala menggunakan gonjer. Sedangkan perlengkapan yang harus dibawa para daha adalah cepetik. Sementara khusus bagi daha Desa menggunakan pakaian Rejang Desa.


Pada proses Manda ini para Daha dan Truna akan berbaris dan berjalan dari depan Pura Puseh menuju arah selatan melewati Pura Bale Agung sampai Banjar Adat Segaa. Kemudian ke arah utara dan terakhir mengelilingi Pura Bale Agung sebanyak 3 kali. Setelah itu barulah dilaksanakan Persembahyangan Bersama di Pura Bale Agung.

Sehari sesudah Aci Manda, tepatnya Sabtu, (22/02/2020) dilaksanakan Nyepi Adat, mendahului perayaan Nyepi yang dilaksanakan secara umum di Bali. Selama pelaksanaan nyepi tersebut, masyarakat dilarang berpergian dan melakukan aktivitas lainnya.

Wayan mas suyasa juga menyampaikan Semua objek wisata yang ada di wilayah Desa Bugbug, seperti kawasan Taman Harmoni Bali Bukit Asah yang melingkupi pantai Pasir Putih (Virgin Beach) dan Bukit Asah, akan ditutup bagi pengunjung Sabtu (22/2/2020).

Itu dilakukan menyusul Desa Pakraman Bugbug sedang melaksanakan Nyepi Desa, yang datangnya bertepatan dengan sasih kaulu  (bulan ke delapan). penutupan pada dua objek wisata itu, berlaku hanya setengah hari, yakni mulai pukul 07.00 Wita dan berakhir pukul 19.00 Wita.

“Kita sudah himbau kepada Badan Pengelola Taman Harmoni untuk  mempermaklumkan kepada wisatawan yang akan berkunjung. Ini  juga  untuk menghormati  kekhusyukan masyarakat yang sedang melaksanakan catur brata penyepian,” ucap Mas Suyasa.

Sebagaimana diketahui Nyepi Desa yang dilaksanakan Desa Pakraman Bugbug berlangsung setiap tahun sekali.  Ritual pelaksanaan penyepian tak  jauh beda dengan Nyepi Dinas (Nasional)  yang dilaksanakan pada sasih  Kesanga (Bulan Maret).  Namun pada Nyepi  Desa,  ritual  lebih lengkap, diawali Aci Manda. Aci Manda sendiri merupakan sebuah tradisi Ngesanga yang hanya ada di Desa Pakraman Bugbug.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Wapres K.H. Ma’ruf Amin Sebut WNI akan Dikarantina Setelah Dipulangkan dari Jepang

Read Next

Samsung Akan Tutup Pabrik Dua Hari Karena Seorang Karyawan Terinveksi Virus Corona

TOPIK BACAAN