ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 September 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kembali Terjadi !!! Kasus Penyerobotan Tanah Oleh Mafia

Kembali Terjadi !!! Kasus Penyerobotan Tanah Oleh Mafia

Konfirmasitimes.com-Palembang (10/01/2020). Penyerobotan tanah oleh mafia tanah kembali terjadi di Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang, Kasus ini tidak ada tindak lanjut dari kepolisian meski masyarakat sudah melaporkan.

Pemilik tanah A.N Ratna Juita telah beberapa kali melaporkan kepihak penegak hukum Polda Sumatra Selatan Khususnya Polresta Palembang namun tidak ada tindak lanjut nya.

Dasar Pelaporan :
LP-B/11/I/2015/ Sumsel tanggal 7 januari 2015
Pasal yang di laporkan : 170 kuhp
Pelapor A.N Ibu Ratna Juita nasution
Alamat : Jalan Pertahanan, lrg Kelapa 3 , No.269 A, Kel.16 ulu Kec. SU II palembang, sumsel
Terlapor A.N Ijudin dkk
Saksi – saksi A.N Aboy, Aidil, Alfian.

Begini Kronologisnya :
Ibu ratna juita memiliki lahan di kelurahan 16 ulu dengan atas hak sertifikat yang berinduk pada sertifikat induk no.216 r tahun 1978, kemudian lahan yg d kuasainya dg cara di pagar menggunakan kawat dan kayu gelam sebagai pancang pagar tersebut.

Didalam pagar di bangunan pondok kayu sebagai tempat tinggal penjaga lahan dan ditanam beberapa tanaman perdu, akan tetapi oleh terlapor pagar kawat tersebut di cabut dan di buang sehingga tidak dapat lagi di gunakan sebagaimana mestinya.

Atas hal tersebut ibu Ratna Juita melaporkan sesuai dengan laporan polisi di atas, untuk terlapor pada tahun 2015 dan telah di tetap kan sebagai tersangka, dan pada tanggal 16 mei 2016 menjadi DPO polresta palembang, untuk saksi2 yg mengetahui dan melihat kejadian itu ada 2 orang, sedangkan teman pelaku yakni anak buah terlapor yang juga sebagai pelaku A.N Beni dan Roni telah di ambil keterangan oleh pihak Polresta Palembang, dan mengakui tindakan mereka.

Ditambah dengan keterangan dari pelaku A.N Ijuddin juga telah mengakui perbuatannya sesuai dengan keterangan dari sdr. Beni dan Roni.

Kemudian pada tahun 2016 kejaksaan meminta untuk melengkapi berkas perkara yg di kirim oleh polresta palembang yang salah satu isi dari P19 kejaksaan kepada pihak penyidik Polresta Palembang untuk menetapkan sdr. Beni dan ROni untuk di lakukan penetapan tersangka juga, akan tetapi pihak polresta tidak pernah melakukan penetapan tersangka kepada ke dua orang tersebut.

Sepengetahuan kami berkas tersebut sudah hampir 5x bolak balik dari kejaksaan ke kepolisian dan pokok materi dari p19 tersebut agar menetapkan tersangka sdr. Ben dan Roni namun tidak pernah di lakukan oleh penyidik, sehingga sampai saat ini perkara yg di tangani oleh pihak polresta tersebut tidak pernah ada tindak lanjutnya sampai sekarang.

Keterangan mengenai isi P19 tersebut kami dapat kan dari jaksa yang memegang perkara A.N Bapak Sigit.

Selanjut nya pada tahun 2018 ibu Ratna Juita melaporkan sdri. Cik Maimunah ibu dari sdr. Ijuddin di duga yang bersankutan memiliki surat pengakuan hak dari kecamatan SU II palembang dengan cara memberikan keterangan palsu untuk mendapat kan surat tersebut.

Dalam hal ini Cik Maimunah mengaku memiliki warkah atas tanah yang sama yang telah di miliki dari orang tua nya, namun pada saat di lakukan pemeriksaan oleh pihak penyidik harda polda sumsel, yang bersangkutan tidak pernah menunjukkan warkah yg di akuinya tersebut.

Karena ibu Ratna mengetahui bahwa warkah tersebut bukan lah milik sdri. Maimunah akan tetapi milik sdr. Bambang yg merupakan ahli waris dari pemilik warkah.

Untuk saat ini perkara telah sampai ke Kejaksaan Tinggi palembang, namun belum P21 di karenakan sdri. Cik maimunah melakukan tindakan hukum lain berupa memasukkan penuntutan secara Perdata dan PTUN, akan tetapi di pengadilan perdata sdri. Cik maimunah permohonannya tidak dikabulkan majelis hakim, sedang kan di PTUN sdri. Cikk maimunah juga permohonannya telah di tolak di tingkat kasasi.

Akan tetapi sampai saat ini sdri. Cik maimunah yg memiliki pengacara atas nama sdri. Titis Rahmawati berusaha menguasai lahan yg di miliki oleh ibu Ratna Juita Nasution dengan cara memagar lahan tersebut sehingga penghuni pondok di lahan ibu ratna juita nasution tidak dapat di lalui, serta menimbun kolam dan mengarahkan aliran selokan ke arah sumur penghuni pondok sehingga air sumur tidak dapat di konsumsi.

Cara tersebut merupakan petunjuk dari sdri. Titis rahmawati dengan tujuan agar penghuni pondok milik ibu Ratna Juita Nasution pergi dari pondok tersebut dan mereka leluasa menguasai lahan yg bukan milik nya.

Ada pun mengetahui hal tersebut ibu ratna melaporkan kembali sdr. Fahrur rozi dkk anak dari sdri. Cik Maimunah ke Polda Sumsel, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut nya.

Kemudian ibu Ratna mengadu ke Polsek SU II untuk meminta perlindungan akan tetapi bukan nya mendapat kan perlindungan dari pihak kepolisian justru pihak polsek melalui Kanit Intel Polsek SU II Polrestabes Palembang menjawab “kami akan datang kalo sudah ada yg mati”.

Hal tersebut sungguh merupakan perbuatan yang sangat tidak etis bagi seorang anggota polri yg merupakan pelindung dan pengayom masyarakat, di curigai kegiatan Cik Maimunah dengan di bekingi oleh sdri. Titis rahmawati ini telah berlangsung lama dan telah banyak korbannya, akan tetapi pihak kepolisian umum nya polda sumsel dan khusus nya pihak polresta palembang dan polsek SU II tutup mata bahkan terkesan takut untuk menindak lanjuti laporan2 masyarakat yg tanah milik nya di serobot oleh Sdri. Cik Maimunah dkk.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Memilih Mundur dari Kerjaan Inggris, Lihat Cara Meghan Markle Menghasilkan Uang

Read Next

Presiden Jokowi ; Jepang Salah Satu Mitra Utama